Breaking News:

Sentra Gakkumdu Tingkatkan Status Dugaan Pelanggaran Menghalang-halangi Kampanye di Pinggir

Bawaslu Bengkalis bersama Sentra Penegakkan Hukum (Gakkumdu) Bengkalis akhirnya meningkatkan status laporan menjadi penyidikan.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Bawaslu Bengkalis bersama Sentra Gakkumdu Bengkalis menyampaikan Keterangan Dugaan Pelanggaran Menghalang Halangi Kampanye dilanjutkan ke tingkat Penyidikan, Senin (30/11/2020) pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Bawaslu bersama Sentra Penegakkan Hukum (Gakkumdu) Bengkalis akhirnya meningkatkan status laporan kasus dugaan pelanggaran Pilkada yang melibatkan oknum RT menjadi penyidikan.

Hal itu setelah dilakukan klarifikasi laporan dugaan pelanggaran.

Oknum RT dilaporkan ke Bawaslu karena menghalang halangi tim sukses Paslon melakukan kampanye di Kecamatan Pinggir. 

Peningkatan status ini melalui proses klarifikasi terlebih dahulu yang dilakukan Bawaslu Bengkalis dengan pendampingan Satreskrim Polres Bengkalis dan Kejaksaan Negeri Bengkalis. 

"Hasil klarifikasi yang kami lakukan, kami sepakat baik dari Bawaslu, Polres dan Kejaksaan bulat ini bisa kita lanjutkan keproses penyidikan," terang Komisioner Bawaslu Bengkalis Divisi Penindakan dam Pelanggaram M Hary Rubianto, Senin (30/11/2020) pagi. 

Menurut dia pihaknya bersama sentra Gakkumdu berkeyakinan dari klarifikasi yang dilakukan semua unsur yang disangkakan memenuhi unsur pidana. Untuk penyidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh Satreskrim Polres Bengkalis.

Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi saat pers rilis di Kantor Bawaslu Bengkalis membenarkan perkara ini sudah ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan. Penyidikan bahkan sudah di mulai sejak Sabtu kemarin hingga empat belas hari kedepan. 

"Dugaan pelanggarannya diatur pada pasal 187 ayat empat undang undang nomor 10 tahun 2016. Kami mendampingi Bawaslu dalam klarifikasi kemarin, kemudian kami rapat Sentra Gakkumdu dan mengambil keputusan bulat untuk perkara bisa ditindaklanjuti ke penyidikan," terangnya.

Menurut dia,  untuk penyidikan perkara tindak pidana Pilkada ini memiliki batas waktu. Penyelesaian penyidikannya selama empat belas hari kedepan setelah statusnya menjadi penyidikan.

Meskipun sudah masuk proses penyidikan sejak Sabtu kemarin, menurut Kasat sejauh ini baru melakukan pemeriksaan, namun belum ada penetapan tersangka. "Sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan namun belum ada penetapan tersangka. Karena proses penyidikan baru di mulai," terangnya. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved