Breaking News:

KPU Riau Larang Kumpulkan Massa untuk Mendoa di Rumah, Minta Paslon Cabut APK Selama Masa Tenang

Termasuk juga agar mencabut Alat Peraga Kampanye (APK) yang sudah dicetak KPU dan dipasang oleh masing-masing pihak pasangan calon

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Ketua KPU Riau Ilham Yasir menekankan kepada masing-masing pasangan calon untuk menghentikan segala bentuk kampanye pada masa tenang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau menekankan kepada masing-masing pasangan calon untuk menghentikan segala bentuk kampanye pada masa tenang.

Masa tenang dimulai pada hari ini Minggu (6/12/2020).

Ketua KPU Riau, Ilham M Yasir mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada tim sukses paslon tentang sejumlah hal.

Termasuk juga agar mencabut Alat Peraga Kampanye (APK) yang sudah dicetak KPU dan dipasang oleh masing-masing pihak pasangan calon.

Baca juga: Kampanye Terakhir Alfedri di Teluk Lanus, Senin Kembali Aktif Jalankan Tugas Sebagai Bupati Siak

Baca juga: Bagikan Sembako Berkalender Paslon, Anggota DPRD Siak Riau Dilaporkan ke Panwascam Kandis

Baca juga: Dua Bulan Tugas Pengamanan di Jakarta, 200 Personel Brimob Akhirnya Kembali ke Polda Riau

"Kepada pihak masing-masing pasangan calon kita imbau agar mencopot APK-nya sendiri dimasa tenang ini, itu menjadi tanggung jawab mereka," kata Ilham kepada Tribunpekanbaru.com Sabtu (5/12/2020) malam.

" Setelah kita cetak, mereka yang pasang, dan mereka harus bersihkan kembali. Pihak KPU juga sudah lakukan pertemuan dengan tim paslon sebelumnya, dan mereka sudah sepakati cabut sendiri APK-nya," imbuhnya.

Ilham juga mengatakan, jika ada APK yang tidak dicopot sendiri oleh pihak paslon, maka Bawaslu, KPU dan pihak kepolisian akan mencopot APK tersebut, saat lakukan penyisiran di daerah yang melaksanakan Pilkada.

"Kita akan melakukan pembersihan dan penyisiran pada tanggal 6 Desember ini," ujarnya.

Ilham juga mengingatkan, agar paslon walau berada di rumah saja, tidak lagi mengundang massa ke rumah.

"Misalnya dengan melaksanakan doa bersama, jangan sampai hal tersebut nanti justru menjadi kampanye terselubung, dan itu akan merugikan pasangan calon sendiri."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved