Breaking News:

Bawaslu Dibantu Polisi dan Satpol PP akan Turunkan Baliho Anak Bupati dan Paslon Kepala Daerah

Alat Peraga Kampanye (APK) milik empat Pasangan Calon (Paslon) yang menjadi kontestan Pilkada Pelalawan satu hari sebelum hari pencoblosan 9 Desember

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Bawaslu Dibantu Polisi dan Satpol PP akan Turunkan Baliho Anak Bupati dan Paslon Kepala Daerah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Memasuki masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan Riau, Senin (7/12/2020), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus memantau perkembangan kondisi politik di masyarakat.

Bawaslu berencana akan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) milik empat Pasangan Calon (Paslon) yang menjadi kontestan Pilkada Pelalawan satu hari sebelum hari pencoblosan 9 Desember.

Di antara empat Paslon Kepala Daerah itu ada anak bupati dan anggota DPRD.

Seluruh APK akan dicopot dan diamankan oleh tim gabungan mulai spanduk, baliho, pamflet, dan sejenisnya yang selama ini digunakan empat Paslon bupati dan wakil bupati. 

"Kita dibantu Polres Pelalawan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan APK mulai besok," ungkap Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur S.Pi, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (7/12/2020).

Mubrur menjelaskan, APK bakal dibersihkan di seluruh kecamatan baik yang dipasang dan difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), maupun yang dipasang sendiri oleh Paslon selama masa kampanye.

Pencopotan APK berlaku untuk semua Paslon agar tidak ada indikasi kecurangan atau tebang pilih.

Bawaslu, kata Mubrur, juga telah memerintahkan kepada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk mencopot APK yang ada di wilayah tugas masing-masing.

Panwascam menggandeng polsek setempat serta Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) lainnya dalam membersihkan alat kampanye yang ada. 

"Target kita besok semua APK sudah harus bersih dan diamankan di kantor masing-masing," beber Mubrur.

Diterangkannya, pihaknya juga aktif melakukan patroli dengan tim anti politik uang atau money politic di seluruh kecamatan.

Pemantau dilakukan selama 24 jam mulai pagi hingga malam hari.

Untuk mengantisipasi adanya  praktik kecurangan dengan menggunakan uang kepada masyarakat yang menggunakan hak pilih. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved