Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Besok 9 Daerah di Riau Gelar Pilkada, Satgas Covid-19 Riau Tegaskan Jangan Ada Kerumunan 

Jubir Satgas Covid-19 Riau minta pihak penyelenggara dan masyarakat di 9 Kabupaten/Kota agar tidak berkerumun dan mematuhi protokol kesehatan.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, dr Indra Yovi, meminta kepada penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 9 Kabupaten Kota di Provinsi Riau agar mematuhi protokol kesehatan.

Karena dalam pelaksanaan pemilihan langsung melibatkan masyarakat banyak, maka pihaknya mengingatkan harus dilakukan pembatasan orang yang mencoblos saat datang ke tempat pemungutan suara. 

Baca juga: Sepekan Lebih Dirawat, Gubernur Riau Syamsuar dan Istri Belum Diizinkan Pulang oleh Tim Dokter

“Dalam beberapa hari lagi akan ada pencoosan pemilihan kepala daerah, seluruh KPU supaya menjalankan protokol kesehatan. Ini wajib dilakukan, betul-betul dilakukan dengan baik, dan tak perlu ada kerumunan. Kalau ada kerumunan dibubarkan saja,” kata Yovi, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Refreshing Ala Paslon Pilkada Serentak 2020 di Riau Saat Masa Tenang: Kumpul Keluarga hingga Berdoa

Baca juga: Legislator PKS Duga Ada Pelanggaran HAM dalam Penembakan Pengikut MRS oleh Polisi, Hilangkan 6 Nyawa

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi (Capture Youtube)

Yovi mengatakan, yang paling penting bagaimana KPU menyiapkan protokol kesehatan, seperti biasa, memakai masker, mencuci tangan, disediakan tempat cuci tangannya. 

"Kemudian bagaimana mengatur orang yang datang sata pemungutan, agar tidak terjadi kerumunan, dengan menjaga jarak," katanya. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dalam pelaksanana Pilkada, pihak penyelenggara telah menetapkan tata cara pemilihan termasuk petugas dilapangan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Agar tidak terjadi klaster baru pilkada.

Baca juga: 6 Laskarnya Tewas Ditembak, Sekretaris Umum FPI Ungkap Respon Habib Rizieq

Baca juga: VIDEO: Muhammadiyah Minta Polisi Terbuka dan Respon Permintaan Investigasi Tewasnya 6 Pengikut HRS

“Kan sudah ada aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pilkada dalam hal ini KPU. Petugas yang ditempat pemungutan lebih ketat lagi, begitu juga masyarakat, harus mematuhi protokol kesehatan. Nah saat pengukuran suhu tubuh, jika ada yang diatas 37 derjat nanti biliknya tersendiri,” kata Mimi. 

Selain itu, untuk jam pencoblosan juga diatur, tidak sekaligus datang.

Satu TPS itu sekitar 500 orang tidak boleh lebih, dan datang tidak boleh sekaligus bertahap. 

"Ada jam-jam nya dalam undangan yang diserahkan. Ini untuk menghindari terjadinya klaster Pilkada,” kata Mimi. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved