Breaking News:

Gugatan Hasil Pilres Ditolak Mahkamah Agung, Donald Trump Tetap Harus Lengser Tanggal 20 Januari

9 hakim MA dengan bulat menolak gugatan yang disponsori oleh Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, karena tidak memiliki dasar hukum serta bukti-bukti valid.

Editor: CandraDani
MANDEL NGAN / AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjalan melintasi South Lawn saat kembali ke Gedung Putih di Washington, DC pada 17 Mei 2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengubah hasil pilpres AS (pemilihan presiden Amerika Serikat) dipastikan kandas, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak gugatannya.

Atas restu Trump, negara bagian Texas dan sejumlah negara bagian lainnya mengajukan gugatan ke MA agar membatalkan kemenangan pemilu AS oleh presiden terpilih Joe Biden di empat swing states krusial yaitu Georgia, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Politico pada Jumat malam (11/12/2020) waktu setempat melaporkan, sembilan hakim MA dengan bulat menolak gugatan yang disponsori oleh Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, karena tidak memiliki dasar hukum serta bukti-bukti yang valid.

Baca juga: Dipinjam Sejak Tahun 1975, Selama 45 Tahun Majalah Ini Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan

Trump telah berkali-kali menyebut MA akan menentukan siapa pemenang pilpres Amerika Serikat, dan mendesak Hakim Agung untuk memenangkannya demi menyelamatkan "Negeri Paman Sam".

Dia juga optimis tiga hakim konservatif yang diangkatnya akan memihaknya pada gugatan ini. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi.

Baca juga: Alhamdulillah, Pengadilan Austria Batalkan Larangan Memakai Hijab di Sekolah Dasar

Kandasnya seluruh upaya Trump

Enam minggu setelah kekalahannya di pemilu Amerika Serikat, Trump beserta pendukungnya melancarkan segala upaya untuk melanjutkan kekuasaannya.

Tim hukumnya mengajukan belasan gugatan hasil pilpres AS 2020 ke pengadilan kota, negara bagian, hingga MA.

Seluruh gugatan presiden berusia 74 tahun ini ditolak. Hakim-hakim menolak karena gugatan tim hukum Trump di pemilu AS 2020 penuh dengan teori konspirasi yang dibuat-buat.

Baca juga: Akui Pakai Uang Pribadi Rp 20 M Saat Mencalon & Kalah Versi QC, Cabup: Kami Punya Perusahaan Tambang

Baca juga: Sosok Jumiati TKI di Uni Emirat Arab yang Ternyata Buronan Kasus Korupsi, Ditangkap setelah 3 Tahun

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved