Breaking News:

Kru Pesawat Dipecat Karena Corona, Maskapai Jual Gorengan, Pramugari Jual Gas Elpiji Hingga Alpukat

Berikut kami rangkumkan beberapa cerita mengenai mantan karyawan maskapai penerbangan bahkan maskapai penerbangan itu sendiri menghadapi pandemi

Facebook via Business News Philipphine
Kolase foto Marielle Enrique alias Em Enrique , seorang pramugari asal Filipina yang berjualan alpukat karena dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nasib manusia di masa depan tak ada yang tahu akan seperti apa, begitupun nasib dari para kur pesawat atau maskapai penerbanga.

Ya, pamdemi virus corona tak hanya melumpuhkan kesehatan manusia, tapi juga menyerang sendi-sendi perekonomian.

Dari sekian sektor yang paling parah terdampak pandemi, bisnis penerbangan adalah salah satu sektor yang sangat terpuruk.

Diwartakan Kompas.com sebelumnya, jumlah penerbangan menurun drastis begitu Covid-19 merebak.

Penurunan jumlah penerbangan itu bahkan tidak pernah terjadi dan bahkan tidak pernah diramalkan orang sebelumnya sepanjang sejarah.

Akhirnya, maskapai penerbangan melalukan berbagai cara dari mulai memotong jumlah karyawan hingga banting setir melirik bisnis lain.

Para karyawan korban pemutusan hubungan kerja ( PHK) dari maskapai penerbangan juga harus memutar otak suapya dapat bertahan hidup.

Berikut kami rangkumkan beberapa cerita mengenai mantan karyawan maskapai penerbangan bahkan maskapai penerbangan itu sendiri menghadapi pandemi Covid-19.

1. Thai Airways pilih Banting Setir Jadi Penjual Gorengan

Maskapai penerbangan asal Thailand, Thai Airways, mengumumkan bahwa perusahaannya bangkrut dengan total kerugiannya cukup besar.

Maskapai ini bahkan dinyatakan bangkrut dengan total utang 332,2 miliar baht (Rp 157 triliun).

Namun, manajemen memututar otak supaya perusahaan terus berjalan. Akhirnya, Thai Airways memutuskan untuk menjual gorengan olahan sendiri.

Gorengan itu bernama patong-go, sejenis roti goreng atau cakwe.

Gerai penjualan patong-go di gedung THAI Catering, Bangkok
Gerai penjualan patong-go di gedung THAI Catering, Bangkok (FACEBOOK THAI CATERING)

Tak disangka, patong-go buatan Thai Airways rupanya laku keras. Bahkan, penjualan patong-go per bulannya bisa menghasilkan omzet sekitar 10 juta baht (Rp 4,7 miliar).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved