Breaking News:

Istri Bupati Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Pelanggaran Pilkada TSM, Kuasa Hukum Rajut: Itu Fitnah

"Sudah jelas laporan itu merupakan dugaan fitnah terhadap klien kita paslon Rajut.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Istri Bupati Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Pelanggaran Pilkada TSM, Kuasa Hukum Rajut: Itu Fitnah 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasangan calon (Paslon) bupati Indragiri hulu (Inhu) Rezita Meylani-Junaidi Rachmad (Rajut) nomor urut 2 resmi dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Inhu.

Rezita Meylani merupakan istri bupati Inhu Yopi Arianto.

Paslon Rajut dilaporkan diduga telah melakukan pelanggaran Pilkada dengan melibatkan 179 Kepala desa (Kades) dan pejabat daerah serta Sekda Inhu di Pilkada Inhu 2020.

Laporan resmi ke Bawaslu Inhu disampaikan tim Paslon koalisi Keumatan Inhu Bangkit dan Sejahtera lewat Robby Ardhi didampingi penasihat hukumnya Maruli Tua Manik, Eri Surya Wibowo, yang saat itu diterima oleh anggota komisioner Bawaslu Inhu Akhmad Khairuddin, Minggu (13/12/2020) sore.

Seperti yang di sampaikan penasihat hukum pelapor Maruli Tua Manik, menjelaskan kalau di Pilkada Inhu 2020, Paslon Rajut nomor urut 2  sudah melakukan kecurangan.

Kecurangan dimaksud yakni, kegiatan pemenangan Rajut terstruktur, sistematis, dan masif atau TSM dengan melibatkan Kades, 14 Camat, sejumlah pejabat daerah dan bahkan melibatkan langsung Sekda Inhu.

"Selama masa kampanye hingga dihari pencoblosan di Pilkada Inhu, Kades, sejumlah pejabat daerah dan Sekda melakukan pergerakan mengajak kades untuk memenangkan Paslon Rajut nomor urut 2," kata Dr Maruli Tua Manik.

Untuk melakukan koordinasi pemenangan, para penyelenggara negara itu membuat sebuah grup WhatsApp, grup WhatsApp tersebut bernama "BINWAS KADES INHU" bahkan kepala Inspektur di Inspektorat Inhu  juga ikut ada dalam WhatsApp grup tersebut.

Berbagai aktivitas laporan kegiatan kampanye Rajut nomor 2 disampaikan para kades dan camat di WAG "BINWAS KADES INHU" dalam WAG tersebut kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Riswidiantoro SE paling aktif di WAG "BINWAS KADES INHU" tersebut.

Salah satu program pemerintah yang digunakan oleh aparatur pemerintah memenangkan salah satu calon di Pilkada Inhu Rajut nomor urut 2 adalah, pemanfaatan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900 ribu yang diberikan oleh perangkat desa sehari jelang pencoblosan sambil mengajak penerima BLT di desa untuk Paslon nomor 2.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved