Breaking News:

Bupati Pastikan Rakernas JKPI VIII Tetap Digelar di Siak, Sesuai Jadwal 19-20 Desember 2020

Pelaksanaan kegiatan ini tanpa karnaval dan festival sungai Siak sebagaimana yang telah dipersiapkan sebelum masa pandemi Covid-19

istimewa
Bupati Siak Alfedri menerangkan tentang pelaksanaan Rakernas JKPI VIII Desember 2020 kepada wartawan, Selasa (15/12/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pustaka Indonesia (Rakernas JKPI) VIII akhirnya tetap digelar di Siak, 19-20 Desember 2020 ini.

Pelaksanaan kegiatan ini tanpa karnaval dan festival sungai Siak sebagaimana yang telah dipersiapkan sebelum masa pandemi Covid-19.

“Sebagai tuan rumah kita menggelar kegiatan ini secara sederhana, tanpa kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Bupati Siak Alfedri, Selasa (15/12/2020).

Ia mengatakan, pada awalnya Rakernas JKPI ini dijadwalkan pada 3-6 April 2020. Namun dibatalkan karena wabah virus Corona (Covid-19).

Baca juga: Telusuri Penyertaan Modal di BUMD Kabupaten Kampar, Kejari Mintai Keterangan Sejumlah Pejabat

Baca juga: Pedagang Ketar-ketir Terancam Bangkrut Akibat Pandemi, Pasar Bawah Pekanbaru Kembali Menggeliat

Baca juga: Ajak Warga Terapkan Prokes Cegah Covid-19, Notaris Ragil Bagikan Masker Gratis di Pangkalan Kerinci

Sebab, pelaksanaan Rakernas ini awalnya dikonsep dengan pagelaran kebudayaan nasional.

Masing-masing peserta mengutus banyak orang datang ke Siak untuk acara festival kebudayaan.

“Kita sudah rapat dengan Pengurus JKPI untuk menggelar Rakernas ini dengan pola minimalis. Pelaksanaannya wajib menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Selain dari ditiadakannya karnaval budaya dan festival sungai Siak, seminar internasional yang tadinya akan dihadiri pembicara dari UNESCO juga dibatalkan.

Kegiatan hanya dilakukan secara virtual saja.

"Hal-hal pokok saja yang digelar selama dua hari, yakni Rakernas dan seminar secara virtual. Jadi, pembicara dari Korea Selatan yang sebelumnya akan hadir pada acara ini, hanya bisa dilihat saat virtual nanti," kata dia.

Tidak hanya mengurangi kegiatan, jumlah peserta yang hadir juga berkurang.

Sebelumnya, diperkirakan akan dihadiri sekitar 30-50 kepala daerah se-Indonesia, nanti hanya sekitar 12 kepala daerah saja.

"Yang hadir hanya pengurus JKPI. Setiba di Siak, seluruh kepala daerah juga akan dirapid test. Acara ini dipastikan tidak ada mengundang masyarakat," kata dia.

( TribunPekanbaru.com / Mayonal Putra )

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved