Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pertemuan BNN Pekanbaru dengan Ketua DPRD Pekanbaru, Berantas Narkoba Jangan Setengah Hati

BNN Kota Pekanbaru, sudah menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP

Istimewa
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, sudah menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP, di ruang kerjanya di Kantor DPRD Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, sudah menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP, di ruang kerjanya Kantor DPRD Selasa kemarin.

Pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan tersebut membicarakan tentang masih adanya peredaran barang haram tersebut di Kota Pekanbaru. Ini juga bersamaan dengan DPRD Pekanbaru, yang kini sedang membahas Ranperda Penanggulangan Narkoba, sebagai Ranperda inisiatif DPRD.

"Pertemuan kami lebih kepada silaturrahim dan berkenalan langsung, termasuk membahas penanganan kasus narkoba. Alhamdulillah, banyak masukan yang kami terima dari BNN," kata Hamdani kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (16/12/2020).

DPRD Pekanbaru secara lembaga sangat mengapresiasi atas kunjungan Kepala BNN Pekanbaru Febri Firmanto dan jajaran. Tentunya ini lebih memperkuat dan mempererat hubungan kerja ke depannya, terutama dalam hal penanganan narkoba.

Apalagi sekarang ini, narkoba merupakan bencana yang merusak untuk generasi muda, dan kini sudah masuk ke semua kalangan. Tentunya, semangat pemberantasan dan tidak ada kata ampun bagi pelaku yang sudah didengungkan Kapolri, harus tetap dilaksanakan.

Namun ini tidak bisa selesai dengan hanya mengandalkan aparat kepolisian, pemerintah, dan DPRD saja. Tapi pemberantasan narkoba ini menjadi PR bersama di semua lapisan masyarakat.

"Pemberantasan ini juga jangan setengah hati, jangan tebang pilih. Narkoba yang berkembang saat ini di Indonesia, terutama di Pekanbaru, harus secara bersama-sama, bahu- membahu memeranginya. Caranya, mencegah, memberantas sedini mungkin. Berikan pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada anak-anak kita, jangan anggap remeh," pintanya.

Politisi PKS tersebut juga menyebutkan, dari silaturrahim ini, dapat menguatkan peran BNN Pekanbaru dan DPRD Pekanbaru, serta stakeholder lainnya, dalam menekan jumlah peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaannya.

Tentunya bertentangan dengan hukum dan visi misi Kota Pekanbaru, sebagai Kota Smart City Madani.

"Insya Allah DPRD siap bekerjasama dengan BNN, dalam memerangi dan menekan jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Pekanbaru.

Apalagi DPRD sedang dalam proses pembuatan Perdanya. Ayo sama-sama kita perangai narkoba, jangan hanya slogan saja,"  kata Hamdani lagi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN Pekanbaru Febri Firmanto menyampaikan, bahwa permasalahan narkoba di Indonesia masih menjadi sesuatu yang extraordinary.

Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang marak dewasa ini, akan berdampak bagi keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara di masa mendatang.

Banyaknya dari sekitar perairan laut,  khususnya dari daerah Malaysia, dapat masuk ke Dumai dan Bengkalis, dikarenakan banyaknya jalur tikus sebagai jalan mereka untuk masuk ke daerah Provinsi Riau.

"Hal ini cukup serius untuk kita selesaikan permasalahannya. Sebab, akan berdampak kepada semua lapisan, terutama dari kalangan generasi muda.  Sehingga lingkungan masyarakat sekitar," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved