Breaking News:

11,16 Persen Peserta BPJS Kesehatan Belum Puas dengan Layanan FKTP, Peserta Puas Capai 88,84 Persen

"Kemudian kita juga memberikan kemudahan untuk pesera dalam bentuk konsultasi dokter tanpa tatap muka. Tahun 2020, pelayanan tersebut meningkat pesat

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nolpitos Hendri
dok/TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
11,16 Persen Peserta BPJS Kesehatan Belum Puas dengan Layanan FKTP, Peserta Puas Capai 88,84 Persen. Foto: Pelayanan BPJS Kesehatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Indeks kepuasan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2020 mencapai 88,84 persen.

Angka tersebut didapatkan dari nilai Walk Through Audit (WTA)  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP) 2020.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Ari Dwi Ariyani mengatakan, capaian tersebut didapat dari WTA FKTP 2020.

WTA adalah penilaian dan umpan balik oleh peserta kepada FKTP terkait area of improvement dari pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta.

"Kemudian kita juga memberikan kemudahan untuk pesera dalam bentuk konsultasi dokter tanpa tatap muka.

Tahun 2020, pelayanan tersebut meningkat pesat di masa pandemi," ujar Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Ari Dwi Ariyani dalam Webinar Program Perbaikan Kuakitas Layanan Program JKN-KIS, Rabu (16/12) kemarin.

Untuk Maret 2020 saja jelas Ari Dwi, dokter yang melayani telekonsultasi melalui Mobile JKN ada 149 peserta, kemudian bulan Juni naik menjadi 2.979, dan November kemarin ada 7.293 peserta.

"Jadi ada sekitar 3,2 juta total pelayanan telekonsultasi hingga Oktober 2020," ucapnya.

Pelayanan telekonsultasi terang Ari, adalah upaya peningkatan kontak antara FKTP dan peserta melalui media online, seperti aplikasi Mobile JKN, telepon, Whats App, Telegram, dan lain-lain.

Terkait hal itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyampaikan ternyata pelayanan dalam jaringan cukup efektif terlebih kepuasan masyarakat juga cukup tinggi.

Untuk BPJS Kesehatan harus meningkatkan perbaikan layanan.

"Masyarakat selalu ingin lebih. Jadi BPJS Kesehatan tidak berpuas diri, dan terus meningkatkan pelayanan," ujar Agus.

Disampaikan Agus, saat ini banyak aplikasi kesehatan milik swasta, untuk BPJS Kesehatan tidak boleh kalah dalam peningkatan aplikasi kesehatan.

"Pemanfaatan aplikasi sangat lancar dan ini akan memudahkan evaluasi, dan lebih cepat hasilnya.

Kita juga harus pikirkan kepuasan peserta," ungkapnya. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved