Breaking News:

Penanganan Covid

Penyintas Covid-19 di Riau: Selain Protokol Kesehatan, Imunitas Tubuh Mesti Dijaga Selama Pandemi

Ai, begitu Ia kerap disapa menceritakan awal mula terjangkit Covid-19 dan menekankan perlunya menjaga imunitas tubuh.

IRNA
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM  - Imunitas Tubuh. Salah satu hal terpenting yang mesti diperhatikan selama pandemi ini. Begitu kata seorang penyintas Covid-19 di Pekanbaru, Novriansyah (31).

Dia baru saja menjalani karantina  selama 14 hari di Gedung LPMP Riau, Jalan Gajah. Lalu, Rabu (15/12/2020), Novriansyah mengatakan kepada Tribunpekanbaru.com telah menerima hasil SWAB dengan hasil Negatif.

“Alhamdulillah sudah negatif setelah berjuang melawan virus ini selama kurang lebih 17 hari (isolasi mandiri tiga hari dan 14 hari karantina),” ujar Dia.

Ai, begitu Ia kerap disapa menceritakan awal mula terjangkit Covid-19 dan menekankan perlunya menjaga imunitas tubuh.

Akhir November lalu, Dia bersama dua temannya mendapat tugas kerja ke Jakarta. Selang beberapa hari beraktivitas, Ai merasa ada yang beda; indera penciuman dan perasa perlahan hilang.

Hal itu disadari saat aroma parfum yang biasa Ia gunakan tak lagi terasa wangi. Begitu juga dengan makanan yang Ia cicipi, terasa hambar.

“Seketika itu juga, saya langsung menghubungi istri di rumah agar mengosongkan satu kamar untuk isolasi,” lanjut Dia.

Tiga hari isolasi mandiri, Ai memutuskan untuk karantina, dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan sang istri serta buah hatinya yang masih balita.

Sembari menunggu hasil SWAB Mandiri Sang Istri, Ai fokus recovery dengan mengkonsumsi vitamin serta ragam obatan herbal.

“Dan Alhamdulillah istri negatif,” sambung Dia.

Selama proses itu dilalui, Ai menegaskan pentingnya menjaga imunitas tubuh selama pandemi ini. Sebab, dua teman kerja yang memiliki kontak erat dengan Dia dinyatakan negatif dan tak merasakan gejala seperti yang  Ia alami.

“Memang ketika di sana (Jakarta) badan sudah tidak fit. Kurang tidur, asupan vitamin juga minim. Makanya mudah terjangkit virus ini. Oleh karena itu, saya menekankan pentingnya menjaga asupan gizi dan waktu istirahat selain menerapkan protokol kesehatan selama pandemi ini. Itu kuncinya, apalagi bagi mereka yang memiliki banyak aktivitas di luar ruangan,” tegas Dia.

Sementara bagi masyarakat yang memiliki gejala semacam meriang, panas, kurang enak badan berkelanjutan, kata Ai, sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Karena, bagaimanapun juga, deteksi dini ini penting untuk diri sendiri serta menjaga orang-orang yang dicintai dari paparan Covid-19.

“Juga, dari pengakuan teman-teman di karantina kemarin, hampir 80 persen memiliki gejala yang sama seperti saya; kehilangan indera penciuman dan perasa. Kalau dua gejala itu sudah ada, segeralah isolasi mandiri atau menghubungi Puskesmas terdekat. Pun kalau disuruh karantina, tidak perlu cemas. Sebab, semua fasilitas dan biaya perawatan gratis. Bahkan, asupan gizi dan vitamin selama karantina begitu dijaga,” tuntas Ai.

Novriansyah (31) menjalani SWAB tes dengan hasil negatif usai menjalani karantina selama 17 hari.
Novriansyah (31) menjalani SWAB tes dengan hasil negatif usai menjalani karantina selama 17 hari. (ist)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved