Breaking News:

Pilkada Bengkalis 2020

Sejarah Baru Bengkalis, Kasmarni Bakal Jadi Bupati Wanita Pertama di Negeri Junjungan

Hasil rekapitulasi tingkat kabupaten Bengkalis memutuskan perolehan suara empat Paslon Pilkada Bengkalis, Pasangan nomot urut 3 unggul.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUN PEKANBARU / MUHAMMAD NATSIR
Pleno Rekaputulasi Hasil Pemungutan Suara Pilkada Bengkalis Berlangsung hingga Kamis (17/12/2020) dini hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Setelah melalui rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupaten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis akhirnya menetapkan hasil penghitungan suara Pilkada Bengkalis, Kamis (17/12/2020) dini hari tadi. 

Hasil rekapitulasi tingkat kabupaten Bengkalis memutuskan perolehan suara empat Paslon Pilkada Bengkalis, Pasangan nomot urut 3 Kasmarni - Bagus Santoso (KBS) unggul dengan perolehan suara sebanyak 91.291 suara menang di empat kecamatan Bengkalis

Perolehan suara terbanyak kedua diperoleh oleh Paslon nomor urut 4 Indra Gunawan Eet - Samsu Dalimunte (ESA). Paslon ini menang di lima kecamatan dengan perolehan suara sebanyak 71.823 suara. 

Paslon nomor urut 2 Abi Bahrun -Herman (AMAN) menduduki posisi perolehan suara terbanyak ketiga. Dengan perolehan suara sebanyak 64.276 suara.

Sementara Paslon nomor urut 1 kaderismanto - Iyet Bustami (KDI)  yang unggul di Kecamatan Rupat dan Rupat Utara berada urutan terakhit perolehan suara. Paslon ini hanya bisa mengumpulkan suara sebanyak 50.570 sura.

Hasil perolehan suara yang ditetapkan pada Pleno kabupaten ini, tidak berubah dari hasil pleno yang dilakukan masing masing kecamatan.  Seluruh penyampaian hasil pleno rekapitulasi tingkat PPK di masing masing kecamatan diterima dalam pleno KPU Bengkalis.

Meskipun hasil pleno PPK kecamatan diterima, sidang rekapitulasi yang dipimpin langsung Ketua KPU Bengkalis Fadhillah Al Mausuly ini sempat diwarnai berdebatan yang alot. Berdebatan terjadi saat saksi Paslon nomor urut 1 KDI mempertanyakan terkait banyaknya Daftar Pemilih tambahan (DPTb) di kecamatan Bathin Solapan.

"Kita mempertanyakan DPTb yang cukup banyak di sini. Kemudian kita juga menemukan adanya pemilih yang menggunakan KK saat menyalurkan hak suaranya, padahal tidak dibenarkan lagi penggunaan KK untuk penyaluran hak suara tersebut," ungkap Salah satu saksi Paslon nomor urut 1KDI Jhon D Gersang dihadapan Komisioner KPU Bengkalis.

Saksi Paslon nomor urut satu ini meminta KPU untuk membuka DPTb Bathin Solapan untuk membuktikan ini.  Namun Ketua KPU Bengkalis meminta saksi untuk memberikan data pembanding sebelum membuka DPTb Bathin Solapan.

"Saksi silahkan perlihatkan data saksi terkait ini,  baru kita akomodir.  Kalau saksi tidak memiliki data pembanding kami tidak bisa menunjukkan data DPTb karena data ini harus dijaga kerahasiannya," tegas Fadhillah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved