Breaking News:

Teror Harimau Sumatera di Aceh dan Solok, Panthera Tigris Masuk Pemukiman hingga Terkam Ternak Warga

harimau sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae masuk pemukiman warga di tiga desa dalam Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil

Gambar oleh TheOtherKev dari Pixabay
Teror Harimau Sumatera di Aceh dan Solok, Panthera Tigris Masuk Pemukiman hingga Terkam Ternak Warga. Foto: Harimau Sumatera 

Harimau Berbeda

Dilansir TribunPadang.com, sebelumnya dikabarkan harimau sumatera yang memangsa ternak warga di Jorong Lurah Ingu diduga berbeda dengan harimau yang ditangkap di Jorong Rawang Gadang walau sama-sama berada di kabupaten Solok. 

harimau sumatera yang memangsa ternak warga Jorong Lurah Ingu Nagari Simpang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) diduga harimau yang bermasalah di dalam kawasannya.

Sedangkan, di kawasan lain yaitu Jorong Rawang Gadang, Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumbar yang muncul adalah harimau sumatera Putri Singgulung. 

Putri Singgulung ini dulu pernah dievakuasi BKSDA dan baru saja dilepasliarkan akhir November 20202 lalu.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Rully Permana mengatakan harimau Putri Singgulung tidak bergerak ke Jorong Lurah Ingu.

Namun, Putri Singgulung belum makan apa-apa sejak dilepasliarkan dan baru saja makan setelah masuk perangkap.

"Sedangkan di Jorong Lurah Ingu adalah individu berbeda. Kita menyimpulkannya dari laporan hewan ternak dimangsa pada Kamis dan (26/11/2020),"katanya.

Sedangkan, pelepasliaran dilakukan pada Jumat (27/11/2020) yang lalu.

"Kemudian, tadi pun dapat informasi dari tim identifikasi jejak ditemukan 2 jejak berbeda, yaitu ada jejak kecil dan besar," katanya.

Dijelaskannya, 2 ekor harimau yang dilepaskan masih belum mempunyai anak.

"Putra Singgulung tidak menampakkan diri, berarti sesuai analisis kami bahwa tidak ada pejantan di kawasan tersebut," katanya.

Dijelaskannya, lokasi pelepasan Putra Singgulung dan Putri Singgulung sudah dilakukan kajian mendalam, dan kawasan tersebut cukup menyimpan makanan untuk 2 ekor satwa liar.

Namun, Putri Singgulung dianggap terlalu muda dan belum dapat berburu sehingga keluar dari hutan dan sampai ke pemukiman warga.

Selain itu, Putri Singgulung hanya berputar di kawasan Jorong Rawang Gadang, karena kebiasaan Putri Singgulung makan yang masih disediakan.

"Sedangkan yang memangsa di Jorong Lurah Ingu diduga individu dari TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat)," katanya.

"Hari ini kita tambahkan petugas baru dan kekuatan kandang angkut jika seandainya tertangkap," katanya.

Ia menyebutkan, satwa liar yang berada di Jorong Lurah Ingu direncanakan ditangkap dan tidak dilakukan pengusiran atau penghalauan.

"Harus ditangkap, untuk menjamin keamanan satwa dan warga. Jika tertangkap akan dilakukan pencocokan belang, apakah itu Putra Singgulung atau tidak. Tapi jejaknya ada 2 satwa," katanya.

Pihaknya menyimpulkan bukan Putra Singgulung yang berada di Jorong Lurah Ingu.

"Karena ada dua ukuran jejak kaki, yaitu anak dan induk harimau. Jadi, tidak mungkin harimau jantan atau Putra Singgulung mengasuh anak," katanya.

Dulu Pernah Dievakuasi 

Harimau Putri Singgulung keluar lagi dari dalam hutan.

Harimau Putri Singgulung yang dulu pernah dievakuasi diduga kembali menampakkan diri ke masyarakat karena belum mampu berburu di dalam hutan.  

Hal itu dikatakan oleh Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Rully Permana.

Putri Singgulung yang dilepasliarkan pada pada (26-27/11/2020) yang lalu kembali tertangkap pada Minggu (6/12/2020).

Rully Permana mengatakan, harimau Putri Singgulung belum terbiasa dengan lingkungan yang baru. 

"Kemungkinan perilaku yang masih kecil dan tidak terbiasa dengan lingkungan yang baru. Saat ditangkap di Gantung Ciri masih dalam pengasuhan induknya," katanya.

Disebutkannya, kalau Putri Singgulung masih dalam terlalu muda belum pandai mencari makan.

"Tapi ada desakan dari LSM untuk segera dilepasliarkan tanpa mempertimbangkan perilakunya yang belum siap," ujarnya.

Ruli mengatakan, lokasi rilis pelepasan harimau Putri dan Putra Singgulung adalah lokasi Suaka Margasatwa (SM) yang memang diperuntukkan untuk satwa liar apapun.

"Setelah dirilis, tetap dilakukan penghalauan dan pengawasan. Tapi setelah 2 hari dirilis, dia tidak masuk ke dalam hutan," katanya.

Dikatakannya, karena kebiasaan yang belum siap berburu, Putri Singgulung mengikuti jalan aspal hingga sampai ke pemukiman masyarakat.

Rully menyebutkan, harimau Putri Singgulung tidak memakan ternak warga.

Namun, ada satwa lain yang diduga satwa asli daerah tersebut keluar dari hutan.

"Untuk Jorong Ingu itu adalah individu yang berbeda. Kita menyimpulkannya dari laporan hewan ternak dimangsa pada Kamis dan (26/11/2020),"katanya.

Sedangkan, pelepasliaran dilakukan pada Jumat (27/11/2020) yang lalu.

"Kemudian, tadi pun dapat informasi dari tim identifikasi jejak ditemukan 2 jejak berbeda, yaitu ada jejak kecil dan besar," katanya.

Ia menduga harimau itu ada anak dan induknya yang mengalami konflik di dalam kawasannya.

"Baru tadi Putri Singgulung makan, karena yang memakan ternak itu di Jorong Lurah Ingu," katanya.

Dijelaskannya, kalau Putri Singgulung belum ada makan sejak dilepasliarkan.

Pernah Ditangkap

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengatakan harimau yang tertangkap di Jorong Rawang Gadang, Nagari Simpang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Barat), Minggu (6/12/2020) merupakan harimau Putri Singgulung.

Putri Singgulung adalah harimau sumatera yang dulu pernah dievakuasi BKSDA Sumbar. 

Dulu Putri Singgulung dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat dari Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Harimau itu pun dirawat di Pusat Rehabiliasi harimau sumatera Dharmasraya (PR-HSD). 

harimau sumatera tersebut masuk pada hari Minggu 14 Juni 2020.

Nama lengkapnya adalah Putri Singgulung yang merujuk kepada lokasi asalnya di Bukit Singgulung.

Selain Putri Singgulung , ada satu harimau lain yang juga dievakuasi di Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Harimau kedua diberi nama Putra Singgulung 

Kedua harimau tersebut dirawat sekitar 5 bulan di PR-HSD ARSARI.

Putri Singgulung mulai direhabilitasi sejak 14 Juni 2020, dan Putra Singgulung sejak 29 Juni 2020.

Sebelum dilepasliarkan keduanya telah diperiksa kesehatannya pada tanggal 22 hingga 23 November 2020.

Pada tanggal 26 dan 27 November 2020, mereka pun dilepasliarkan.

Belum lama dilepasliarkan, harimau itu pun kembali menampakan diri. 

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Rully Permana mengatakan yang tertangkap dan masuk perangkap di Jorong Rawang Gadang, Nagari Simpang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, merupakan harimau Putri Singgulung.

"Iya tadi sudah tertangkap satu ekor harimau di Jorong Rawang Gadang, dan iti positif Putri Singgulung," kata Rully, Minggu (6/12/2020).

Kata dia, harimau diperkirakan masuk ke dalam perangkap sekitar pukul 06.00 WIB.

"Selanjutnya dibawa ke Pusat Rehabilitasi harimau sumatera di Dharmasraya (PR-HSD)," katanya.

Dijelaskannya, proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 2 jam, karena tim Dokter Hewan membutuhkan waktu untuk membiusnya.

"Dokter itu butuh ketenangan untuk melakukan pembiusan, belum masyarakat ramai," katanya.

Disebutkannya, proses evakuasi selesai sekitar pukul 12.00 WIB dan baru bergeser ke posko untuk berembuk.

Artikel ini telah tayang di Tribunpadang.com dengan judul Satu harimau sumatera Tertangkap Lagi di Kabupaten Solok, Afrilius: Pintu Kerangkeng Sudah Tertutup.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul harimau sumatera Masuk Pemukiman Penduduk Aceh Singkil, Ternak Warga jadi Mangsa.

Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved