Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Sudah Sahkan Perda Rippda, Ini Manfaatnya Untuk Pariwisata Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru kini sudah memiliki Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Rippda).

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru kini sudah memiliki Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Rippda).

Perda ini disahkan pada awal pekan kemarin.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM menjelaskan, proses pembahasan Ranperda Rippda ini membutuhkan perencanaan yang matang untuk disahkan, secara bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP (kanan) menyerahkan draf Perda Rippda Pekanbaru kepada Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi di dampingi Wakil Ketua DPRD Ir Nofrizal MM, saat Rapat Paripurna awal pekan kemarin.
Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani SIP (kanan) menyerahkan draf Perda Rippda Pekanbaru kepada Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi di dampingi Wakil Ketua DPRD Ir Nofrizal MM, saat Rapat Paripurna awal pekan kemarin. (Istimewa)

Sebab, Ranperda Rippda tersebut terbilang yang paling lama dibahas, karena diajukan Pemko Pekanbaru pada akhir 2019 lalu.

"Perda Rippda ini sangat krusial, sebab rencana induk kepariwisataan ini untuk kurun waktu selama 15 tahun. Tentu kita harus persiapkan secara matang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pusat. Perda ini mengacu dari pemerintah pusat, Di pusat juga ada namanya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Rippnas), itulah yang menjadi acuan kita dalam membahas perda ini," terang Nofrizal, Jumat (18/12 /2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Politisi senior Partai PAN ini menjelaskan lagi, inti dari Perda Rippda tersebut, mengacu kepada tahapan program yang disiapkan oleh Pemko Pekanbaru selama 15 tahun.

"Di daerah Pekanbaru ada beberapa tempat wisata yang harus kita bagi. Dalam perda ini ada beberapa pembagian. Pertama, masalah kewilayahan. Kewilayahan itu berdasarkan per kecamatan, dikarenakan pada tahun 2020 ini sudah ada pemekaran kecamatan. Karenanya, bentuk berdasarkan kewilayahan di 15 kecamatan. Kemudian ada juga kawasan daerah pariwisata Kota Pekanbaru," paparnya.

Ke depan, DPRD berharap dengan adanya Perda Rippda ini, tidak ada lagi masyarakat Kota Pekanbaru yang berdebat mengenai apa ciri khas pariwisata Kota Pekanbaru.

"Nanti seluruh kegiatan kepariwisataan akan mengacu kepada Perda ripdda ini. Misalnya di satu kecamatan ada beberapa tempat wisata yang sifatnya kebudayaan atau wisata belanja kuliner, maka di dalam perda inilah kepariwisataan disuatu daerah tersebut akan ditingkatkan," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi berharap Perda Rippda  dapat mengembangkan dan meningkatkan pariwisata di Kota Pekanbaru.

Halaman
123
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved