Breaking News:

Pilkada Meranti 2020

Selain Tolak Teken Hasil Pleno Rekap, Pihak Mahmuzin-Nuriman Tunggu Proses Hukum Terkait Paslon No 1

Menurut kuasa hukum paslon Mahmuzin Taher dan Nuriman Khair selain belum menerima hasil rekap suara dari KPU pihaknya juga menunggu proses hukum.

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pihak Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Meranti nomor urut 3 Mahmuzin Taher dan Nuriman Khair hingga saat ini masih belum menerima hasil rekapitulasi suara melalui rapat pleno KPU Kepulauan Meranti beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Paslon 3 yaitu Syahrial, Henri Zanita, dan Darulhuda saat memberikan keterangan pers di Kafe Kopitiam, Selatpanjang Jumat (18/12/2020).

Syahrial menyampaikan pihaknya belum menerima hasil apapun terkait Pilkada Kepulauan Meranti, sehingga saat Rapat pleno hasil rekapitulasi suara Pilkada Kepulauan Meranti pihaknya juga tidak mau menandatangi berita acara.

Hal tersebut dijelaskannya karena Mereka masih melakukan proses hukum terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 1.

Baca juga: Hasil Pleno Rekapitulasi Pilkada Kepulauan Meranti 2020, M Adil-Asmar Unggul Jauh dari Saingannya

Baca juga: Kenduri Sekampung Ditiadakan, HUT ke-12 Kepulauan Meranti Dirayakan Secara Sederhana

Kuasa hukum Paslon Bupati dan wakil Bupati nomor urut 3 yaitu Syahrial, Henri Zanita, dan Darulhuda saat memberikan keterangan pers di Kafe Kopitiam, Selatpanjang Jumat (18/12/2020).
Kuasa hukum Paslon Bupati dan wakil Bupati nomor urut 3 yaitu Syahrial, Henri Zanita, dan Darulhuda saat memberikan keterangan pers di Kafe Kopitiam, Selatpanjang Jumat (18/12/2020). (Tribun Pekanbaru/Teddi)

"Kita masih belum menerima hasil kemarin, karena kita masih melakukan upaya hukum. Sehingga itu pilihan kita sampai ada keabsahan terhadap proses hukum yang dilakukan," ujar Syahrial.

Syahrial mengatakan, pihak Paslon Mahmuzin-Nuriman masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bawaslu Kepulauan Meranti terkait pelanggaran yang dilakukan pihak lainnya.

Bahkan dirinya menilai bahwa seluruh bukti dan saksi sudah mereka serahkan kepada pihak Bawaslu untuk melengkapi berkas mereka.

"Kemarin ada 11 saksi yang sudah diperiksa. Walaupun ada beberapa saksinyang mengundurkan diri. Walaupun demikian bukti dan saksi tersebut bagi kami itu sudah lebih dari cukup. Jadi kudah-mudahan sudah memenuhi dan sudah membuktikan," tuturnya.

Baca juga: Waduh, Pegawai Meranti Ajukan Pindah Daerah Dinas Bertambah Lagi, hingga Desember Tercatat 50 Orang

Baca juga: Dilaporkan Atas Dugaan Money Politic pada Pilkada Kepulauan Meranti 2020, Begini Tanggapan M Adil

Dari informasi yang diterimanya, Syahrial mengatakan saat ini pihak Bawaslu Kepulauan Meranti masih melakukan pendalaman melalui saksi ahli.

Dimana sesuai jadwal sesuai tanggal pelaporan, hasil penyelidikan apakah ditingkatkan atau tidak akan ditentukan esok hari.

"Tinggal minta keterangan ahli oleh Bawaslu dan kami yakin-seyakinnya itu terbukti." Pungkasnya.

Dirinya mengatakan pada prinsipnya pihaknya tetap siap menang maupun kalah dalam perhelatan Pilkada ini.

Hanya saja dirinya berharap pihak penyidik terhadap kasus yang mereka sampaikan juga bisa diproses secara adil.

"Kalah menang biasa saja, namanya kontestasi. Namun kita tidak mau proses ini dicederai dengan pelanggaran hukum. Kita hanya bisa menghimbau Bawaslu bisa berfikir objektif dan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi mereka." Pungkasnya. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved