Breaking News:

Pilkada Kuansing

Terbukti Tidak Netral di Pilkada Kuansing, Kades Dihukum Percobaan, Jaksa Banding

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhi hukuman pidana pada Ilut selama 2 bulan dengan masa peecobaan selama 6 bulan.

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Kasi Pidum Kejari Kuansing Samsul Sitinjak 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Teluk Kuantan, Kuansing, memutus Kepala Desa (Kades) Pangkalan Indarung, Ilut terbukti tidak netral dalam Pilkada Kuansing 2020.

Putusan majelis hakim dibacakan dalam sidang yang digelar secara daring, Jumat (18/12/2020).

Dalam putusannya, majelis hakim menilai terdakwa Ilut terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 188 Jo Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapn Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhi hukuman pidana pada Ilut selama 2 bulan dengan masa percobaan selama 6 bulan.

Atas putusan majelis hakim tersebut, Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing pun banding. "Kita banding," kata kepala Kejari KuansingHasiman SH, MH melalui Kasi Pidum Samsul Sitinjak SH, Jumat sore (18/12/2020).

Banding menjadi upaya terakhir bagi JPU. Sebab dalam UU Pilkada, tidak ada kasasi. Hanya banding.

"Apapun putusan banding, harus kami terima," katanya.

Terdakwa sendiri, Ilut, belum ambil sikap atas putusan majelis hakim tersebut. Ilut masih pikir-pikir.

Putusan majelis hakim memang jauh dari tuntutan JPU.

Tuntutannya yakni pidana penjara empat bulan dan denda Rp 5 juta dengan subsider 3 bulan penjara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved