Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Warga Dumai Terjaring Razia Masker di Malam Hari, Langsung Jalani Sidang Ditempat

Target dari Operasi Yustisi  ini adalahan, masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Dumai, yang telah menyentuh angka 2000 kasus lebih secara Akumulasi, petugas gabungan melakukan Operasi Yustisi Dalam rangka, Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Terkait Protokol Kesehatan di Kota Dumai, pada  Jumat (18/12/2020) Sore dan malam.

Operasi Yustisi dilaksanakan Satpol PP Kota Dumai dan Polres Dumai, di Jalan Pangeran Diponegoro Kelurahan Sukajadi Kecamatan Dumai Kota, dimalam hari, sedangkan pada sore hari dilaksanakan di Jalan Sudirman. 

‎Target dari Operasi Yustisi  ini adalahan, masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker saat berkendara maupun saat berada di luar rumah. 

Kasat Pol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo mengungkapkan, bahwa hasil dari Operasi Yustisi  tentang penegakan hukum Perda Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2020, tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 21 tahun 2018 tentang penyelenggaraan kesehatan, ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjalankan Protokol kesehatan (Prokes). 

"Hasil Operasi Yustisi bersama tim gabungan, pada Jumat (18/12/2020), Sore dan Malam hari, kita berhasil menjaring sekitar 69 pelanggar Prokes, tidak menggunakan masker," katanya, Minggu (20/12/2020). 

Ia menambahkan, dari hasil Operasi Yustisi bersama tim gabungan, ternyata kesadaran masyarakat akan menerapkan prokes  ‎Rendah pada malam hari ketimbang pagi hingga sore hari. 

"Kita menyayangkan masih rendahnya kesedaraan masyarakat untuk menerapkan Prokes terlebih di malam hari, karena Covid-19 tidak mengenal waktu untuk penyebaraanya," sebutnya. 

Bambang menerangkan, untuk giat kali ini, tim gabungan juga menerapkan sanksi denda atau sidang ditempat, bagi pelanggar prokes, jadi tidak hanya sanksi sosial yang dikenakan. 

‎Dirinya menjelaskan, untuk giat  di Jalan Jenderal Sudirman, pada Jumat Sore, terdata jumlah pelanggar sebanyak 29 orang, dengan ‎putusan hakim sebanyak 23 orang dikenakan sanksi denda, dan 6 orang pelaggar dikenakan sanksi kerja Sosial. 

Lebihlanjutdiungkapkanya, pada Jumat Malam, tepatnya di jalan Diponegoro, tim Yustisi kembali menjaring 40 orang pelanggar Prokes, 35 orang dikenakan sanksi denda, sedangkan sisanya menjalani hukuman kerja sosial. 

"Dari dua titik giat tersebut, jumlah total denda yang didapat dari  58 orang, sebanyak Rp3.060.000, ‎yang diserahkan kepada negara," terangnya. 

Bambang berharap kepada masyarakat untuk terus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, karena ini sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Dumai. 

"Selalu gunakan masker, ini sangat penting sekali, jangan anggap sepele, dan jika keluar rumah baik pagi, siang, sore dan malam, tetap gunakan masker," imbaunya. 

Sebelumnya, Wakapolres Dumai Kompol Ernis Sitinjak,  didampingi Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri , disela-sela kegiatan Ops Yustisi mengaku, bahwa saat ini pelanggar Prokes tidak hanya disaksi kerja sosial tapi juga sudah diterapkan sanksi denda. 

Ia menambahkan, seluruh pelanggar yang keseluruhannya adalah tidak menggunakan masker langsung disidang ditempat oleh Pengadilan Negeri Dumai, Kejaksaan Negeri Dumai dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

"Meskipun Operasi Yustisi sudah dilakukan disore hari, namun pelanggaran dimalam hari justru terjadi peningkatan. Untuk itu dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai agar senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat," pungkasnya.

Operasi penegakan aturan atau yustisi  masih terus dijadwalkan hingga penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Dumai dapat teratasi dan masyarakat Kota Dumai secara keseluruhan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved