Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pelanggan PDAM Terus Menurun, Ini Penyebabnya Menurut Anggota DPRD Pekanbaru

PDAM Tirta Siak Pekanbaru hanya mampu melayani 10 persen atau sekitar 13 ribu sambungan rumah (SR).


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PDAM Tirta Siak Pekanbaru hanya mampu melayani 10 persen atau sekitar 13 ribu sambungan rumah (SR).
Padahal PDAM ini sudah beroperasi puluhan tahun. Sementara SR di Kota Pekanbaru harus dilayani 200 ribu.

Dengan demikian, kini masih ada 187 ribu SR lagi, yang belum terlayani oleh PDAM Tirta Siak. Kondisi ini disorot kalangan legislatif.

Hal ini diakui Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla. Katanya, PDAM Tirta Siak dari tahun ke tahun terus bermasalah, dan itu masalah klasik. Karenanya, dia meminta agar PDAM melakukan terobosan dan perbaikan untuk melayani konsumen.

“Kepercayaan konsumen harus dinomorsatukan. Karena sekarang kepercayaan masyarakat minim terhadap PDAM Tirta Siak. Terutama dari kualitas air. Ini lah yang menyebabkan pelanggan PDAM menurun setiap tahun," sebut Roni Pasla, Senin (21/12/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kondisi kapasitas air yang dialirkan PDAM hanya sekitar 240 liter/detik. Hal ini juga membuat masyarakat enggan menggunakan pelayanan air dari PDAM.

Apalagi peralatan PDAM Tirta Siak sekarang, sudah dimakan usia. Memang kini sudah ditenderkan untuk perbaikan peremajaan pipa PDAM tersebut.

“Kita mempertanyakan seperti apa perawatannya. Investasi untuk pipa serta alat penunjang lainnya harus kita lihat dulu. Tapi kalau dari itu mereka (PDAM) tidak mampu menyediakan bagaimana nanti pipa pengaliran bisa normal,” jelasnya.

Pemko Pekanbaru sendiri berencana akan menggandeng pihak swasta dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Nantinya, kerjasama diyakini bisa meningkatkan kapasitas air PDAM menjadi 750 liter/detik. Dokumen proyek KPBU SPAM Kota Pekanbaru ini sudah ditandatangani sejumlah pihak, yakni antara PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru dengan PT PP Tirta Madani.

Ada juga perjanjian regres antara PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru dengan PT PII (Persero). Lalu perjanjian penjaminan antara PT PP Tirta Madani Dengan PT PII.

“Ini langkah yang bagus, tapi jangan sampai membebani masyarakat. Tapi kalau ada untung dari masyarakat sampai ke pihak swasta saya pikir tidak ada masalah,” sebutnya.

Direktur PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru, Kemas Yusferi menyebut proyek ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas air dari PDAM. Proyek ini untuk menambah jumlah akses air bersih mencapai 48.000 SR.

“Penambahan ini meliputi lima kecamatan. Kelima kecamatan itu adalah Pekanbaru Kota, Sail, Payung Sekaki Senapelan dan Sukajadi,” jelasnya.

Kemas menyampaikan, nilai investasi proyek ini mencapai Rp738 miliar. Anggaran ini adalah sharring dana kementerian keuangan, investasi dan Pemko Pekanbaru.

Anggaran yang digelontorkan Pemko Pekanbaru sebesar Rp97 miliar. Proyek ini nantinya berjalan lebih kurang tujuh tahun. Mulai Juni 2021 hingga tahun 2028. Tahap I proyek ini diperkirakan tuntas pada Juni tahun 2022.

“Anggaran dari pemerintah kota mendukung biaya pemasangan jaringan perpipaan dan sambungan rumah, ada sharring dana dari pemko untuk jaringan,” paparnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

--

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved