Breaking News:

Dugaan Korupsi Dana Kasbon APBD Inhu Naik Penyidikan, Pengembangan dari Mantan Bupati Thamsir Rahman

Perkara dugaan perkara korupsi dana Kasbon APBD Kabupaten Inhu tahun 2005 sampai 2008 senilai Rp114 miliar, ditingkatkan statusnya

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perkara dugaan perkara korupsi dana Kasbon APBD Kabupaten Inhu tahun 2005 sampai 2008 senilai Rp114 miliar, ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Perkara ini ditangani oleh jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Perkara yang sedang diusut ini, merupakan hasil pengembangan dari Thamsir Rachman, mantan Bupati Inhu yang sudah lebih dulu menjalani proses hukum sebagai pesakitan.

Saat perkara masih tahap penyelidikan, jaksa sudah memanggil sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Sedikitnya, sudah 10 orang yang diklarifikasi. Hal itu dilakukan guna menguatkan sangkaan tim penyelidik dalam perkara tersebut.

Salah satunya yang dimintai keterangan oleh jaksa adalah Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhu, Hendrizal, pada Senin (23/11/2020).

"Sekitar 10 orang ada (yang diklarifikasi). Termasuk pihak-pihak yang sudah mengembalikan (kerugian negara)," kata Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi.

Saat ini disebutkan Hilman, pihaknya tengah menyiapkan berkas administrasi untuk peningkatan proses penanganan perkara itu.

"Dari hasil kesimpulan, itu sudah bisa ke penyidikan. Tapi Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) belum terbit. Sedang disiapkan," tuturnya.

Diungkapkan Hilman, pihaknya memaksimalkan apa yang telah divonis oleh pengadilan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved