Breaking News:

Polisi Pastikan 5 Motor Milik Anggota Klub Moge yang Pengeroyok Anggota TNI di Bukittinggi Bodong

polisi sudah menetapkan 5 tersangka dugaan penganiayaan terhadap 2 anggota TNI oleh pengendara motor gede (moge) di Bukittinggi.

Editor: Sesri
tribunpadang.com/reziazwar
Kabid Humas Polda Sumbar bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar serta pihak TNI saat melihat kendaraan Moge di Polda Sumbar, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Lima dari 24 kendaraan motor gede (moge) yang terlibat insiden dengan anggota TNI di Bukittinggi tidak memiliki surat-surat.

Hal itu dipastikan oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar).

“Sebanyak lima unit moge setelah dilakukan sinkronisasi melalui electronic registration and identification (ERI) terindikasi bodong,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu di Padang, Selasa (22/12/2020).

Selanjutnya, 5 unit moge tersebut dibuatkan laporan polisi nomor: LP/445/XII/2020/Spkt tanggal 4 Desember 2020.

“Dalam perkara tindak pidana tidak memiliki dokumen atau surat-surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor yang sah atau diduga tanpa melalui proses impor yang resmi,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar AKBP Joko Sadono menambahkan, pasal yang disangkakan atas perbuatan tersebut Pasal 263 KUHP dengan pidana penjara paling lama 6 tahun penjara.

Baca juga: UPDATE Kasus Anggota Klub Moge Keroyok TNI di Bukitinggi, Satu Pelaku Divonis 3,5 Bulan Penjara

Baca juga: Pemda Diminta Persiapkan Lokasi Isolasi Mandiri Jelang Libur Bersama, Antisipasi Lonjakan Covid-19

Baca juga: Usai Dibully Netizen, Istri Tersangka Anggota Moge yang Keroyok TNI Minta Maaf Sambil Nangis Bawang

Baca juga: NEKAT! Tunggangi Moge Pakai Celana Sobek-sobek, Nikita Mirzani: Nyari Rijik yang Kabur dari RS

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat melihat kendaraan moge di Mapolda Sumbar, Jumat (13/11/2020)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat melihat kendaraan moge di Mapolda Sumbar, Jumat (13/11/2020) (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

“Kemudian Pasal 103 UU nomor 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat dua tahun dan paling lama delapan tahun penjara dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp5 miliar” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Joko, proses perkaranya dilimpahkan ke Direktorat Bea dan Cukai.

Sementara itu, 6 unit moge memiliki dokumen lengkap dan sesuai dengan data ERI akan segera dikembalikan.

"Ada 1 unit kendaraan pada saat dikendarai tidak dilengkapi dengan surat-surat atau sedang dalam pengurusan di Samsat Polda Jabar," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved