Breaking News:

Ranting Bonsai Anting Putri Khas Inhu Merentang Sampai ke Pulau Bali Bersama JNE

Bonsai anting putri asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, termasuk yang digemari di Indonesia.

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
Komunitas Pecinta Bonsai Indragiri Hulu (KPBI) dan menunjukkan tanaman bonsai anting putri. 

Siapa menyangka, bonsai anting putri asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, termasuk yang digemari di Indonesia. Di saat tren tanaman hias di tengah pandemi Covid-19, geliat bisnis bonsai pun terus meningkat. Dengan proses pengiriman yang cepat dan aman, para pecinta bonsai pun tak khawatir memesan bonsai dari Inhu.

ANTING PUTRI jenis tanaman yang banyak dijadikan bonsai karena tampilannya yang cantik. Tanaman bernama latin Wrightia Religiosa ini merupakan tanaman endemik yang cocok di tanah gambut, sehingga mudah ditemukan di Inhu, khususnya di Kecamatan Rengat.

Manfaat ekonomi berbisnis bonsai sangat dirasakan oleh para seniman bonsai di Kabupaten Inhu. Terlebih lagi di situasi pandemi Covid-19, mereka masih tetap bisa menikmati seni membonsai sambil menghasilkan uang.

Melalui program jasa pengiriman barang JNE Trucking (JTR), bonsai anting putri khas Inhu bisa dipasarkan sampai ke luar Pulau Sumatera, sepeti Pulau Jawa dan Pulau Bali. 

Komunitas Pecinta Bonsai Indragiri Hulu (KPBI) menjadi salah salah satu wadah bagi para seniman bonsai Inhu untuk berkumpul dan berdiskusi tentang seni membuat bonsai. Komunitas yang terbentuk semenjak tahun 2011 ini juga menjadi sarana dalam melakukan transaksi jual beli bonsai anting putri.

Rudi Handoko, Ketua KPBI sengaja mengajak Tribunpekanbaru.com untuk melihat langsung aktifitas seni bonsai hingga pola bisnisnya. Kami berbincang banyak tentang bonsai di galeri bonsai milik salah seorang anggota mereka yang berlokasi di Jalan Bina Karya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu.

Di galeri tersebut berkumpul sejumlah pengurus KPBI dan juga para master bonsai Inhu seperti Muamidin, Wakil Ketua KPBI, Said Syamsir, Bendahara KPBI, Panduwinata, Sekretaris KPBI, dan Suntono, bagian perlengkapan KPBI.

Rudi mengungkapkan setidaknya ada 60 orang lebih para seniman bonsai yang aktif di Inhu dan tergabung dalam PKBI. Ditemani kopi hitam, kami berbincang tentang bonsai anting putri khas Kabupaten Inhu, sambil Rudi menunjukan sejumlah tanaman anting putri baik yang masih menjadi bahan, hingga setengah jadi.

"Kabupaten Inhu ini terkenal dengan anting putrinya. Anting putri khas Inhu ini sangat diminati karena karakter tanamannya berbeda dengan anting putri dari daerah lain," kata Rudi sambil menunjukan salah satu tanaman anting putri yang masih menjadi bahan.

Bentol-bentol pada batang dan warnanya yang lebih cerah menjadi ciri khas tanaman anting putri dari Inhu. Dijelaskannya, dalam setiap kontes tanaman anting putri khas Inhu selalu masuk 10 besar. Hal ini dinilai dari karakter akar, gerak dasar batang, hingga tekstur batang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved