Breaking News:

Satu-satunya Desa di Inhil Bayar Honor Perangkat Nontunai, Sekayan Dukung Pemberdayaan Usaha BumDes

Sekayan menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Inhil yang membayarkan honor siltap aparatur pemdesnya dengan cara nontunai

istimewa
Desa Sekayan menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Inhil yang membayarkan honor siltap aparatur pemdesnya dengan cara nontunai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEMUNING - Pemerintah Desa (PemDes) Sekayan, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil Riau membuat terobosan.

melalui kebijakan penyaluran honor dan penghasilan tetap perangkat desa secara nontunai.

Kebijakan yang sudah dimusyawarahkan bersama dengan BPD dan seluruh aparatur Pemdes ini dibuat untuk lebih mengembangkan dan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang satu diantara unit usahanya adalah jasa keuangan.

Selain itu, menurut Kepada Desa (Kades) Sekayan, Jumadi, kebijakan itu juga untuk mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

Baca juga: Februari 2021 Mengaspal di Riau, Nissan Magnite Tampil Lebih Dinamis dan Tangguh

Baca juga: TEMBUS TARGET, Retribusi Sampah di Kota Pekanbaru Capai Rp 6 Miliar, Target Awal Rp 5,2 Miliar

Baca juga: Ada Pria Berbaju Penuh Darah Lompat dari Kamar Korban,Viral Video TKW Berguling Meratapi Mayat Adik

Mengingat pembayaran honor dan siltap mulai dari Kades, Perangkat Desa, RT, RW dan semua penerima honor yang telah ditetapkan dalam APBDes, memang selama ini dibayarkan secara tunai.

“Untuk pembayaran honor yang sekarang ini dan kedepannya akan ditransfer ke rekening masing-masing melalui BRI link milik Bumdes,” imbuh Jumadi yang baru setahun menjabat sebagai kades ini, Minggu (27/12/2020).

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Inhil memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan oleh Desa Sekayan.

Desa ini menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Inhil yang membayarkan honor siltap aparatur pemdesnya dengan cara nontunai.

“Kalau bisa seluruh desa di Inhil ini bisa mengikuti jejak Desa Sekayan," ucap Kepala DPMD Kabupaten Inhil melalui Kabid Pemdes Dwi Budianto.

"Karena selain mengurangi resiko dengan membawa uang tunai, juga mengurangi risiko adanya potongan honor dan siltap oleh oknum di desa. Selain itu juga untuk mengembangkan dan memberdayakan Bumdes yang ada di desa,”ujarnya.

Menurutnya, Desa Sekayan saat ini memang kerap melakukan manuver melalui terobosan - terobosan untuk membuat perubahan dan kemajuan desa, sesuai dengan slogannya, “Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas”.

“Untuk membuat perubahan kemajuan desa yang memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam memang dibutuhkan langkah dan terobosan, dalam hal ini Kepala Desa Sekayan memang kerap melakukannya,” pungkas Dwi.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved