Breaking News:

Larangan Penerbangan dari Luar Negeri Masuk Indonesia, Begini Situasi Bandara SSK II Pekanbaru

Di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, yang saat ini memang tidak memiliki rute penerbangan langsung dari luar negeri

Penulis: Alex | Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi Tribun Pekanbaru / Doddy Vladimir
Papan informasi penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seiring dengan kebijakan pemerintah yang menutup pintu untuk warga negara asing (WNA) masuk ke tanah air mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2021 mendatang, masing-masing bandara yang membuka penerbangan langsung dari luar negeri akan menutup sementara kedatangan WNA, kecuali untuk WNI yang sudah dibuat regulasi khusus. 

Di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, yang saat ini memang tidak memiliki rute penerbangan langsung dari luar negeri, tetap menerapkan regulasi penerbangan domestik. 

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara SSK II Pekanbaru Yogi Prasetyo Suwandi mengatakan, walau adanya penumpang pesawat ke Pekanbaru yang datang dari luar kuar negeri melalui transit di bandara lain, namun pihaknya tetap menerima sebagai kedatangan penumpang domestik, karena penumpang tersebut telah melewati sejumlah proses di bandara sebelumnya, mulai dari tes swab hingga karantina.

"Bagi penumpang dari luar negeri menuju Pekanbaru yang telah transit di bandara lain tetap kita terima sebagai penumpang domestik, karena mereka sudah melewati proses dan prosedur yang sudah ditetapkan di bandara sebelumnya, sebelum datang ke bandara SSK II Pekanbaru," kata Yogi saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Jangan Coba-coba Bikin Keramaian saat Malam Pergantian Tahun, Pemko Pekanbaru akan Bubarkan Paksa

Baca juga: Berdalih Antar Paket, Sopir Travel Bawa Mahasiswi ke Tempat Sepi Lalu ke Kos, Korban Dirudapaksa

Baca juga: Transaksi 0,5 Kg Sabu dan 359 Inek di Dekat Sekolah, Polisi Sebut Dikendalikan Napi Lapas Pekanbaru

Regulasi yang dilewati tersebut fikatakan Yogi harus mengikuti sejumlah syarat yang diatur dalam surat edaran Satgas Penanganan Covid-19 nomor 3 tahun 2020. Di antaranya adalah, WNI tersebut menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang berlaku maksimal 2 kali 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau Ehac Internasional Indonesia.

"Setelah sampai di bandara yang dituju di Indonesia, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR. Kalau sudah menunjukkan hasil negatif, maka yang bersangkutan wajib menjalani karantina selama 5 hari, terhitung sejak tanggal kedatangan di tempat akomodasi karantina disediakan oleh pemerintah, misalnya di wisma atlet, atau tempat lainnya yang sudah ditentukan," jelasnya.

Bagi penumpang yang sudah menjalani karantina selama 5 hari tersebut, dikatakan Yogi selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kembali Covid-19 dengan metode RT-PCR. 

"Setelah diperiksa ulang, akan kelihatan hasilnya. Jika hasilnya negatif, maka diperkenankan meneruskan perjalanan, misalnya ke Pekanbaru. Maka dari itu, kita tetap terima sebagai penumpang domestik. Namun jika yang bersangkutan dinyatakan positif saat pemeriksaan ulang tersebut, tentunya ada proses lagi yang harus diikuti, hingga dinyatakan benar-benar negatif, baru bisa memanjakan perjalanan kembali," tuturnya.

Namun demikian, dikatakan Yogi, pihaknya akan tetap meningkatkan protokol kesehatan secara berkelanjutan untuk menghindari penularan Covid-19 dan demi keselamatan bersama.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved