Breaking News:

Pemerintah Larang FPI

Bubarkan Aktivitas FPI, Fadli Zon: Pemerintah Bunuh Demokrasi

Pemerintan dinilai telah membunuh demokrasi dan bersikap Otoritarianisme dengan membubarkan aktivitas FPI.

Editor: Ilham Yafiz
Tribunnews.com / Theresia Felisiani
Fadli Zon 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintan dinilai telah membunuh demokrasi dan bersikap Otoritarianisme dengan membubarkan aktivitas FPI.

Pemerintah secara resmi melarang aktivitas FPI.

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon berkomentar terkait hal itu.

Fadli Zon menilai, hal tersebut adalah bentuk otoritarianisme dan pembunuhan demokrasi.

"Sebuah pelarangan organisasi tanpa proses pengadilan adalah praktik otoritarianisme. Ini pembunuhan terhadap demokrasi dan telah menyelewengkan konstitusi," tulis Fadli Zon di akun Twitternya, Rabu (30/12/2020).

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) dinyatakan bubar baik sebagai organisasi massa maupun organisasi lainnya dan dilarang melakukan berbagai aktivitas di Indonesia.

Pengumuman pembubaran FPI itu berlangsung hari ini, Rabu (30/12/2020) atau dua hari sebelum pergantian tahun atau bertepatan dengan Rabu Kliwon 15 Jumadil Awal dalam penanggalan Jawa.

"Bahwa FPI sejak 21 Juni 2019 secara de jure telah bubar sebagai ormas, tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan yang melanggar hukum," ungkap Menko Polhukam Mahfud MD dikutip dari Kompas TV.

"Seperti tindak kekerasan, sweeping secara sepihak, provokasi, dan sebagainya," ungkapnya.

Mohammad Mahfud MD menyebut berdasar peraturan perundang-undangan dan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), tertanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan FPI.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved