Dor! Oknum Polisi Bunuh Diri, Terlebih Dulu Tembak Anak dan Istri
Salah seorang warga, Kondang, menyebut bahwa pria itu berinisial T dan merupakan polisi yang berdinas di wilayah Jakarta Selatan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Lagi-lagi tindakan bunuh diri dilakukan oleh oknum polisi.
Kejadian ini terjadi di Kampung Parung Serah, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (30/12/2020) .
Korban diduga bunuh diri pada siang hari
Salah seorang warga, Kondang, menyebut bahwa pria itu berinisial T dan merupakan polisi yang berdinas di wilayah Jakarta Selatan.
"Awalnya ada keributan, lalu ada bunyi pistol 3 kali," ujar Kondang kepada wartawan, Rabu.
Tak lama sejak letusan pistol terdengar sekira pukul 11.00, Kondang mengaku mendengar suara minta tolong dari arah rumah lokasi insiden itu terjadi.
"Anaknya kena tembak sebelah kanan di dadanya. Ibunya juga kena di kakinya. Jadi dibawa ke rumah sakit semua," ujar dia.
"Nah, orangtuanya (pelaku) bunuh diri pakai pistol," tambah Kondang.
Anak pria tadi disebut dalam kondisi kritis usai menerima tembakan.
"Kelihatannya, cekcok rumah tangga," ungkap Kondang.
Polisi sudah ada di lokasi kejadian dan sedang melangsungkan olah TKP.
Mulut gang yang terpaut sekira 50 meter menuju rumah tersebut dipalang menggunakan dua bilah baja ringan.
Baca juga: Ribuan Tindak Kriminalitas Terjadi di Riau Sepanjang Tahun 2020, Meningkat Dibanding 2019
Baca juga: Rusia Persiapkan Rudal Super, Mampu Terjang Washington dalam Setengah Jam
Kejadian Lain
Sempat dua kali lakukan percobaan bunuh diri, namun gagal, kali ini DH (41) berhasil mengakhiri hidupnya dnegan gantung diri.
Jenazahnya ditemukan warga tergantung di batang pohon mangga.
Jasad korban ditemukan di kebun mangga di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Selasa (22/12/2020) sekira pukul 15.00 WIB.
Ternyata, pria yang ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga itu sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri.
Sebelum ditemukan tewas, DH kerap mengeluh sakit kepala tidak kunjung sembuh.
Kanitreskrim Polsek Ujungpangkah, Bripka Yudi Setiawan mengatakan mayat korban ditemukan pencari rumput.
"Sesuai keterangan istrinya, korban sering sakit kepala yang tidak sembuh-sembuh."
"Korban sudah dua kali mencoba bunuh diri, namun berhasil digagalkan keluarganya," terang Yudi kepada SURYAMALANG.COM ( Group Tribunpekanbaru.com )
Petugas menyita sejumlah barang bukti, yaitu celana jin warna biru, kaos hitam, kemeja putih motif garis warna biru, dan motor Honda Revo tanpa pelat nomor.
"Keluarga korban mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak bersedia autopsi," terangnya.
Baca juga: Atribut FPI Dibersihkan, Polisi Datangi Markas FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat
Baca juga: China Gigit Jari, Sudah Capek Tandatangani Kesepakan Ini, Negeri Scott Morrison Malah Balas Dendam
Kejadian Lainnya di Samarinda
Seorang wanita bernama Grista Delvi Tulak (22) nekat gantung diri lantaran tak tahan dengan hubungan jarak jauh bersama sang kekasih.
Ia ditemukan tewas di kontrakan bangsalan yang dihuninya tepat di Jalan Flamboyan RT 04 Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sei Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (19/11/2020) malam.
Ia diketahui berdomisili di Kabupaten Toraja Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hubungan asmara jarak jauhnya bersama seorang pemuda bernama Musakkir, yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dari seberang pulau, sering terjadi adu mulut saat keduanya melepas rindu lewat sambungan telepon, hal ini yang diduga memicu aksi nekat korban.
Hal ini pun sering diketahui oleh saksi yang juga tetangga korban Kristina (23).
Sebelum kejadian, sekitar pukul 21.00 Wita, Kristina mendapat telepon dari Musakkir yang ia kenal adalah pacar korban yang tinggal di Kota Makassar.
Bahkan sebelum aksi nekatnya, korban juga sempat menyiarkan aksinya lewat halaman akun facebook pribadinya.
"Dia (pacar korban) memberitahu serta menelpon saya, bahwa Grista sedang sakit, kemudian saya mengecek dengan mengetok pintu, namun tidak ada jawaban, beberapa hari masih terlihat, malam ini saja yang tidak terlihat," ucap Kristina, Jumat (20/11/2020) hari ini.
Tak ada jawaban, Kristina lantas melaporkan kepada pemilik bangsalan, Abdullah (44).
Tak kunjung mendapat respons saat mendatangi kamar kos Grista, keduanya (Abdullah dan Kristina) lantas masuk secara paksa, dan mendapati perempuan muda tersebut sudah tergantung dengan kain jarik yang melilit di lehernya.
"Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi pemilik bangsalan dan tetangganya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan mendobrak pintu dan mereka melihat korban dalam keadaan gantung diri di depan pintu kamar menggunakan kain jarik yang diikat tepatnya di kusen pintu kamar," kata Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto, Jumat (20/11/2020).
Melihat hal tersebut keduanya langsung meminta pertolongan warga dengan menurunkan korban.
"Keduanya beserta warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan menurunkan korban, karena saat diperiksa masih bernafas akhirnya korban dibawa ke RSUD Abdul Moeis," tutur Kompol Bambang Budianto.
Korban pun sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans milik relawan dan sempat mendapat perawatan intensif pihak RSUD Abdul Moeis, sebelum dinyatakan meninggal dunia 15 menit kemudian, sekitar pukul 22.50 Wita tadi malam.
Jajaran Polsek Sungai Kunjang lalu meminta keterangan saksi-saksi terkait kejadian yang menimpa korban.
Diketahui korban ternyata memiliki permasalahan pribadi dengan sang pacar, hubungan jarak jauh antar keduanya tak lagi bisa dipertahankan karena korban mencurigai adanya wanita lain.
"Permasalahan pribadi, antar korban dan pacarnya. Korban mencurigai adanya wanita lain yang membuatnya depresi lalu melakukan aksi nekatnya," ujar Kompol Bambang Budianto.
Berdasar hasil pemeriksaan medis, kepolisian tidak mendapati kejanggalan maupun luka akibat kekerasan di tubuh perempuan muda ini.
"Keterangan dokter yang memeriksa korban, terdapat tanda luka memar bekas jerat kain, sempat dilakukan pertolongan medis namun nyawa korban tidak dapat ditolong. Murni gantung diri, akibat depresi permasalahan pribadi," ucap Kompol Bambang Budianto.
Kontak bantuan:
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:
Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com Save yourself Facebook: Save Yourselves
Instagram: @saveyourselves.id Line: @vol7047h Web: saveyourselves.org
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Cekcok, Seorang Polisi di Depok Tembak Anak dan Istri lalu Bunuh Diri", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/30/15174321/diduga-cekcok-seorang-polisi-di-depok-tembak-anak-dan-istri-lalu-bunuh?page=all#page2.
Penulis : Vitorio Mantalean
Editor : Sabrina Asril
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-perampokan-begal-menggunakan-senjata-api.jpg)