Breaking News:

Penanganan Covid

MEDIA ASING Puji Universitas Gajah Mada, Temukan GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Super Cepat

Penemuan Universitas Gajah Mada terkait alat pendeteksi virus corona dipuji oleh media asing. alat itu diberi nama GeNose

Penulis: Rinal Maradjo | Editor: Rinal Maradjo
tribun jogja
GeNose alat pendeteksi covid-19 temuan universitas gajah mada 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penemuan Universitas Gajah Mada terkait alat pendeteksi virus corona dipuji oleh media asing.

Dilansir oleh harian Mirror pada Rabu (30/12/2020) disebutkan bahwa Universitas Gajah Mada sukses melakukan uji coba alat pernapasan yang bisa mendeteksi virus corona dalam dua menit.

"Alat itu telah diuji coba dan berhasil dengan sukses," tulis Mirror.

Para peneliti di Universitas Gajah Mada sendiri mengatakan,

alat tersebut adalah tes bebas rasa sakit dan hanya membutuhkan pasien meniup ke dalam tabung.

Sampel nafas kemudian akan diuji dengan senyawa organik yang mudah menguap terkait virus corona, dengan akurasi rata-rata 93%.

Kementerian Kesehatan Indonesia saat ini telah menyetujui distribusi alat uji pernafasan (breathalyser virus korona ) bernama GeNose tersebut.

Peneliti utama Kuwat Triyana mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuat sekitar 100 alat uji pernafasan yang akan distribusikan ke rumah sakit dan laboratorium.

"Kami berharap dapat melakukan 120 tes per perangkat, atau 12.000 tes per hari," sebutnya.

Baca juga: Wanita Cantik Ini Jadi Pelacak Bom, Bertaruh Nyawa dengan Gaji Rp 15 Juta Sebulan

Baca juga: Dicekoki Pil Anjing Gila Hingga Tak Sadarkan Diri, Saat Sadar Pakaian Gadis Ini Sudah Terlepas

Baca juga: Syekh Ali Jaber dan Aa Gym Positif Covid-19, Begini Kondisi dan Gejala yang Dialami Keduanya

"Perkiraan 120 didasarkan pada tiga menit yang diperlukan untuk menguji setiap subjek, yang termasuk meniup ke perangkat, jadi dalam satu jam perangkat dapat menguji 20 orang jika berfungsi selama enam jam." tambahnya.

Genose nantinya juga diharapkan bisa dipasang di tempat yang rawan keramaian seperti terminal.

Meski Covid-19 sudah bermutasi, GeNose C19 diklaim tetap dapat mendeteksi varian virus baru SARS-CoV-2.

Hal itu disampaikan salah seorang anggota tim pembuat GeNose C19, dr Dian Kesumapramudya Nurputra.

Menurut Dian, GeNose C19 memiliki basis kerja AI atau kecerdasan buatan yang akan terus meningkat kemampuannya seiring data yang dimasukkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved