Breaking News:

Kabur dari Lokasi Karantina, 4 Warga Ini Berdalih Ingin Rayakan Tahun Baru Bersama Keluarga

Mereka kabur karena ingin merayakan pergantian tahun bersama keluarga di rumah.

Editor: CandraDani
via pojoksatu.id
ILUSTRASI - Pasien teroinfeksi virus corona di Korea Utara ditembak mati saat kabur dari karantina. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Empat warga yang tengah menjalani karantina terpusat, tepat di belakang Swalayan Roxy, Kota Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, kabur, Kamis (31/12/2020).

"Empat orang karantina terpusat kabur pagi, saya sudah koordinasikam agar turun jemput tanpa negosiasi demi menjaga tanah Sikka," ujar Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka Petrus Herlemus kepada awak media, Kamis siang.

"Motifnya, mereka ingin merayakan pergantian tahun bersama keluarga di rumah," sambung Petrus.

Petrus menjelaskan, empat warga tersebut dikarantina karena pernah kontak erat dengan salah satu pasien Covid-19 dan hasil rapid test mereka dinyatakan reaktif.

Baca juga: Bikin Kaget, Sidak Lapas Perempuan Pekanbaru, Petugas Temukan Benda-benda Terlarang Ini

Baca juga: China Tak Menunggu Waktu Lama Teliti Varian Baru Covid-19, Vaksin yang Diproduksi Akan Tetap Efektif

"Mereka itu sudah delapan hari menjalani karantina terpusat di kota Maumere," kata Petrus.

Petrus menambahkan, Satgas Covid-19 sudah mengambil spesimen empat warga tersebut dan sudah dikrim ke Kupang untuk diperiksa.

"Saat ini hanya tunggu hasil," tambah dia.

Tiga Tahanan Kabur dari Ruang Isolasi

Tiga tahanan di Kuansing yang positif Covid-19 kabur dari ruang isolasi yang ada di Mapolres Kuansing pada Rabu (26/8/2020).

Kapolres Kuansing AKBP Hengky Poerwanto SIK MM membenarkan kabar ini. Pada Rabu siang, sang Kapolres menjawab konfirmasi Tribunpekanbaru.com.

"Ada tiga tahanan," kata Kapolres AKBP Hengky Poerwanto SIK MM, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Maia Estianty Terpapar Covid-19 Tapi Virusnya Agak Aneh, Cerita Sembuh dalam Waktu Cepat

Baca juga: Gawat Sampah Medis Covid-19 di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat

Tiga tahanan tersebut terdiri dari satu tahanan Laps kelas II B Teluk Kuantan yang berinisial SP (kasus pencurian). Dua lainnya merupakan tahanan Kejaksaan Negeri Kuansing inisial I dan U pada kasus penggelapan.

Di Kuansing sendiri muncul klaster tahanan yang pasien positif covid-19. Bahkan dari klaster ini, peenah satu hari ada penambahan 18 orang.

Karena ruang isolasi RSUD Teluk Kuantan penuh menampung pasien positif, maka aula Mapolres Kuansing dialihkan sebagai tempat isolasi mandiri para tahanan yang positif covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved