Breaking News:

371 Pasangan Kumpul Kebo Ngamar di Hotel dan Wisma Diciduk Petugas, Indikasi Prostitusi di Pekanbaru

Ratusan pasangan kumpul kebo yang terdiri dari muda mudi, duda, janda, mama muda, papa muda terjaring dalam razia penyakit masyarakat atau pekat

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
371 Pasangan Kumpul Kebo Ngamar di Hotel dan Wisma Diciduk Petugas, Indikasi Prostitusi di Pekanbaru. Foto: pasangan kumpul kebo yang terciduk ngamar di wisma 

Meski masih berusia belasan tahun dan berstatus pacaran, ARA dan RA sudah tinggal serumah alias kumpul kebo.

Mereka diketahui tinggal di sebuah kamar indekost.

ARA dan RA bahkan belum lama menjalin hubungan asmara.

Kasatreskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto pun memberikan keterangan.

Edi Sukamto menuturkan bahwa ARA dan RA baru tiga bulan berpacaran.

Meski usia pacaran baru seumur jagung, mereka sudah memutuskan untuk tinggal bersama.

Namun ternyata ARA justru tega menjual RA yang merupakan kekasihnya sendiri.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, ARA dan RA saling berkenalan melalui media sosial Facebook.

Demi mengisi perut dan membayar biaya indekost, ARA rupanya nekat melakukan perbuatan tak manusiawi.

Remaja tersebut menjual kekasihnya sendiri melalui aplikasi MiChat.

Tak cuma sekali ARA menawarkan RA ke pria hidung belang sudah sebanyak 9 kali.

AKP Edi Sukamto mengatakan untuk sekali kencan, ARA menjual kekasih dengan tarif Rp 300.000.

"Setelah kita mintai keterangan, pacar laki-lakinya ini ada 9 kali menawarkan lewat aplikasi MiChat dengan pembayaran sekitar Rp 300.000," kata AKP Edi kepada wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Senin (7/9/2020).

"Tapi masih kita dalami, itu menurut keterangan korban," imbuhnya.

Adapun RA merupakan pelajar yang baru saja masuk SMA.

"Menurut keterangan korban, untuk dugaan dijual sebanyak sembilan kali," ucap AKP Edi.

"Hasil dari penjualan untuk kehidupan sehari-hari seperti makan dan bayar kos-kosan," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya pun mendalami kasus tersebut

Hal ini karena ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dan bertransaksi hilang.

"Jadi menurut keterangan korban, dia itu nge-chat dulu sesama lawan jenis. Dipasarkan sekitar Rp 300.000," katanya.

"Tapi masih belum pembuktian, karena sampai sekarang ponselnya itu enggak ada lagi. Makanya kita masih tahap pendalaman," tambahnya.

Menurut Edi, kedua remaja tersebut diduga berasal dari keluarga yang bermasalah.

Meski begitu, polisi sudah berupaya menghubungi orangtua kedua belah pihak.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan konseling di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pematangsiantar.

Menurut Edi Sukamto, pihaknya masih memburu seorang terduga pelaku yang terlibat dalam kasus penjualan korban RA.

ARA diamankan saat terlibat keributan di Jalan Sumber Jaya, Simpang Kerang, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 5 September 2020.

Edi menjelaskan, saat itu ARA dan terduga pelaku terlibat cekcok yang kemudian mengundang perhatian warga.

Saat kejadian itu, ponsel milik ARA diduga dirampas oleh terduga pelaku lainnya.

"Ada salah seorang yang kita kejar. Dari keterangan korban, dia ditemukan dengan teman pacarnya. Terjadi cekcok dan dirampas handphone. Jadi terdengar warga, perempuan ini mau dijual," ucap Edi.

Hukum Pacaran Dalam Islam

Sebagai pengetahuan bagi anak muda muslim yang saat ini sedang berangan-angan memiliki pacar, baiknya simak penjelasan Ustadzah Nella Lucky di bawah ini.

Pacaran bukanlah hal baru dalam pergaulan anak muda, namun Pacaran mulai muncul pada tahun 1970-an.

Saat itu Pacaran dimaksud belumlah seperti Pacaran yang dilakukan anak muda saat ini.

Pacaran orang-orang dulu hanya sekedar pandangan dan saling senyum saja antara laki-laki dan perempuan yang sama-sama saling menyukai, dan hanya hati yang berbicara selanjutnya.

Walaupun hanya sekedar pandangan dan senyum saja, di dalam Islam itu sudah termasuk zina, zina mata namanya.

Kalau sampai ke hati, sudah zina hati namanya.

Zina pastinya dosa, nah, agar anak muda muslim terhindar dari dosa, ada tata cara yang bisa dilakukan agar Pacaran aman yakni Pacaran setelah menikah.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan Ustadzah Nella Lucky mengenai Pacaran :

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya.”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allâh telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.”

 “Pacaran dalam Islam tidak boleh kecuali yang dimaksud itu setelah akad nikah.

Dalam Islam yang diajarkan untuk memiliki hubungan atau ke tahap nikah itu melalui ta’aruf,”

Surat al-Isra ayat 32 : “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Penulis: Fernando
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved