Breaking News:

Klinik Naikkan Biaya Rapid Test Antigen Hingga Rp 1,7 Juta, Wali Kota : Kalau Cari Untung yang Wajar

Sanksi akan diperberat lantaran dugaan kecurangan itu dilakukan saat situasi pandemi Covid-19.

Editor: CandraDani
istimewa
Bandara SSK II Pekanbaru menyediakan layanan rapid test antigen, segini biayanya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyayangkan adanya laporan terkait klinik yang menaikkan biaya rapid test antigen hingga Rp 1,7 juta.

Yuliyanto meminta, klinik atau laboratorium swasta tersebut tidak mencari untung secara berlebihan di tengah kondisi pandemi.

"Kalau mencari keuntungan yang wajar, laboratorium atau klinik swasta jangan membebani masyarakat karena saat ini kondisinya memang lagi prihatin. Jangan aji mumpung," kata dia.

Dugaan adanya klinik yang menaikkan harga rapid test antigen di wilayahnya itu mencuat setelah Wali Kota menerima aduan warga.

Baca juga: Ikut Rapid Test Antigen di Bandara Hang Nadim, 9 Calon Penumpang Dinyatakan Positif Covid-19

Calon penumpang saat mengikuti rapid test antigen di area Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Selasa (22/12/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 
Calon penumpang saat mengikuti rapid test antigen di area Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Selasa (22/12/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)  (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Warga melaporkan, mereka harus membayar hingga jutaan rupiah untuk melakukan rapid test antigen.

"Ini saya terima laporan ada yang mau rapid antigen diberitahu harganya, untuk yang hasilnya 24 jam biaya Rp 1,7 juta dan yang tiga hari Rp 1,4 juta. Ada juga yang Rp 500.000," kata dia.

Aturan harga tertinggi Rp 250.000

Hal tersebut, kata Yuliyanto, tentu saja menyalahi regulasi. Sebab, menurut Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/1/4611/2020 batas harga tertinggi layanan rapid test antigen adalah Rp 250.000.

Jika klinik tersebut mematok hingga jutaan rupiah, artinya harga jauh melampaui batas aturan biaya tertinggi.

"Kita bekerja berdasarkan aturan-aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah. Jangan membuat pelanggaran yang nanti bisa merugikan semua pihak," kata dia.

Akan evaluasi izin klinik

Wali Kota Salatiga Yuliyanto
Wali Kota Salatiga Yuliyanto (KOMPAS.com/IST)

Menindaklanjuti aduan itu, Yuliyanto menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk terjun melakukan pengecekan.

Ïa akan menerapkan sanksi jika laporan warga itu memang terjadi di klinik di wilayahnya.

"Jika memang ada pelanggaran tentu ada sanksi," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved