Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sekolah Tatap Muka 4 Januari, Rapid Tes Dibebankan ke Siswa, DPRD Pekanbaru: Belum Ada Laporan

Rencana Pemko melalui Disdik melaksanakan sekolah tatap muka 4 Januari nanti ternyata belum diketahui secara resmi oleh Komisi III DPRD Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana Pemko Pekanbaru melalui Disdik, akan melaksanakan sekolah tatap muka pada 4 Januari nanti ternyata belum diketahui secara resmi oleh Komisi III DPRD Pekanbaru, yang membidangi masalah pendidikan.

Meski begitu, Komisi III memastikan akan mendukung rencana Disdik Pekanbaru tersebut, sejauh tidak merugikan orangtua siswa, dan sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat.

"Sejauh ini, belum ada laporan dari Disdik. Memang sekarang masa libur panjang, tapi setidaknya ada koordinasi lah," tegas Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidi, Jumat (1/1/2021) ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com.

Diakuinya, dia selaku ketua Komisi III, belum menerima berkas atau laporan resmi apapun, terkait sekolah tatap muka pada 4 Januari nanti. Seharusnya, untuk persoalan ini, Disdik harus berkoordinasi dengan Komisi III, selaku mitra kerjanya.

Apalagi ini berkaitan dengan masyarakat banyak, yakni para siswa dan otangtua siswa. Selain harus ada kepastian dan jaminan siswa saat sekolah tatap muka, juga ada hal lain yang harus disepakati, seperti adanya rapid tes bagi siswa.

"Jangan rapid tes ini membebaskan siswa. Apalagi siswa disuruh rapid tes mandiri (laporan orangtua siswa), meski Diskes sudah menyiapkan 2.500 rapid tes. Kita tidak setuju, kalau siswa disuruh mengeluarkan biaya rapid tes ini. Seharusnya ada solusi kongkrit dari pemerintah. Ini lah yang kita maksudkan perlunya koordinasi itu," tegasnya seraya mempertanyakan jenis rapid tesnya, apakah rapid tes antigen atau antibodi.

Politisi PKS tersebut berharap, agar Disdik betul - betul mengkaji lagi persoalan ini.

"Secara prinsip, kita dukung sekolah tatap muka ini. Tapi harus ada jaminan saat berlangsungnya sekolah tatap muka. Intinya, koordinasi dan jangan ada orangtua siswa dirugikan," tegasnya.

Terpisah, Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas menegaskan, bahwa sekolah tatap muka di Kota Pekanbaru, khususnya TK, SD, dan SMP tetap dilaksanakan pada tanggal 4 Januari.

Tapi pihak sekolah tidak serta merta bisa melakukan belajar tatap muka seenaknya saja. Beberapa kriteria harus dipenuhi.

"Surat edarannya sudah kita kirim ke semua sekolah pada Kamis petang (31/12 /2020). Jadi ada ketentuan yang harus dipenuhi sekolah," terangnya menjawab Tribunpekanbaru.com.

Kriteria yang dimaksud mulai penerapan protokol kesehatan, kondisi zona sekolah (apakah zona kuning atau merah), serta kondisi lokal yang akan ditempati siswa (sekian persen siswa yang boleh tatap muka).

Tentunya hal ini akan dicek langsung oleh petugas dari Disdik, bersama Tim Satgas Covid.

Khusus untuk rapid tes, terang Ismardi lagi, ketersediaan rapid tes dari Diskes tersebut, hanya untuk sampling saja.

"Jadi rapid tes ini sampling untuk beberapa sekolah. Bagi orangtua yang tidak mampu, anaknya belajar bisa virtual saja. Dan kepada pihak sekolah ini sudah kita tegaskan," katanya.  (Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved