Breaking News:

Indragiri Hilir

Kakek 71 Tahun di Inhil Disambar Buaya di Teras Rumahnya, Awalnya Mau Beri Makan Ayam

Idrus secara tidak terduga diterkam buaya saat hendak memberikan makan ayam ternak di teras rumahnya.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Sesri
Gambar oleh Paul Brennan dari Pixabay
buaya, hewan buas, peliharaan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN HULU – Kakek berusia 71 tahun mendapatkan perawatan serius setelah diterkam buaya Jumat (1/1/2021).

Idrus (71), seorang warga Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) secara tidak terduga diterkam buaya saat hendak memberikan makan ayam ternak di teras rumahnya.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.00 wib.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Rhino Handoyo mengkonfirmasi jika korban sudah dibawa dibawa ke Puskemas Tembilahan Hulu akibat serangat tersebut.

“Luka di tangan saja, sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” ungkap AKP Rhino kepada Tribun Pekanbaru.

Baca juga: GEGER, Keluar dari Sungai Berdarah-darah, Bocah 12 Tahun Ternyata 2 Kali Lolos dari Serangan Buaya

Baca juga: Sejak Makan Kerupuk Kadaluwarsa, Tingkah Buaya Ini Jadi Aneh, Bertahun-tahun Jadi Tontonan

Baca juga: Heboh, Muncul Buaya Lagi Berjemur di Bawah Jembatan, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan Ini, Ternyata. .

Kapolsek Tembilahan Hulu pun menghimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Desa Sialang Panjang selalu waspada terhadap predator tersebut.

Apalagi saat ini intensitas hujan yang tinggi bisa menyebabkan banjir sehingga membuat kemungkinan serangan buaya terhadap masyarakat di bantaran sungai sangat tinggi.

“Kita harus mengantisipasi kembali jatuhnya korban jiwa akibat serangan buaya. Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap serangan buaya sungai yang tidak terduga,” pungkasnya.

Buaya Ini Punya Kebiasaan Tak Biasa, Keluar Kalau Ada Orang Lewat

Seekor buaya yang ada di bawah jembatan Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat menunjukan tingkah yang tak biasa.

Berbeda dengan buaya pada umumnya, buaya ini memiliki kebiasaan hanya berdiam diri di bawah jembatan tersebut.

Buaya ini memiliki ukuran yang cukup besar.

Dan menariknya, buaya ini sangat menyukai kerupuk yang biasa dikonsumsi manusia.

Padahal, banyak yang tahu buaya adalah pemakan daging.

Pemandangan tak biasa ini terjadi setiap hari sejak tahun 2012. hingga saat ini.

Seorang pemuda bernama Imam Algazali biasa dipanggl Al asli Desa Mancung menceritakan soal buaya ini. 

"Biasanya buaya-buaya di sini keluar kalau pagi biasa pukul 8, kalau sore pukul 2-5," kata Imam kepada bangkapos.com beberapa waktu lalu.

Sebenarnya ada lebih dari satu buaya yang sering muncul di bawah jembatan ini. 

Bahkan warnanya tak sama. 

Imam menyebutkan cuma satu buaya yang suka menyantap kerupuk. 

"Yang sering muncul tiga atau empat buaya di sini. Soalnya ada jenis kepala putih dan kepala kuning. Kalau kobleh ini yang suka makan kerupuk," tutur Imam.

Cerita awal buaya suka makan kerupuk ini kata Imam terjadi beberapa tahun silam. 

Kala itu, ada seorang pedagang kerupuk yang membuat kerupuk kedaluwarsanya ke sungai. 

"Karena dulu tuh dari umur dua tahun di sini. Dia sudah biasa tinggal di bawah jembatan. Ada orang China buang kerupuk. Jadi sampai sekarang dia terbiasa makan kerupuk hingga sekarang," jelas imam.

Tak Ganggu

Jembatan ini menjadi tempat nongkrong anak muda.

Sore hari menjadi ramai dan tak sedikit pula yang berkeinginan untuk melihat buaya ini makan kerupuk. 

Namun sampai saat ini buaya yang suka makan kerupuk ini tak pernah mengganggu manusia. 

"Dia tak pernah ganggu nelayan di sungai ini. Ganggu manusia belum ada (kabar)."

"Cuma jadi tontonan seperti ini saja. Kalau ada orang lewat, buayanya keluar. Dia cuma mau makan kerupuk," tutur Imam.

Imam bersama teman-teman sempat mencoba memberikan makanan lain untuk si buaya.

Kala itu ada kerupuk dan daging ayam yang sama-sama dilemparkan ke sungai.

Dan fakta menariknya, si buaya yang disebut kobleh ini memilih untuk makan kerupuk.

"Kami pernah ngetes lempar daging ayam dan kerupuk. Memang dimakan daging ayam tuh tapi dia makan kerupuk dulu. Memang doyan makan kerupuk buayanya. Setahu kami dari 2012 dia keluar di sini," cerita Imam. 

Pantangan

Lokasi ini kini kian berkembang dan dikenal banyak orang.

Tak sedikit orang dari luar datang untuk melihat langsung buaya yang suka makan kerupuk. 

Tentunya hal ini, membuat Desa Mancung makin ramai dan dikenal masyarakat luas.

"Untuk tempat wisata bagi orang-orang yang datang dari luar," papar Imam.

Buaya di sini lanjut Imam konon dijaga pawang buaya.

Hal ini dimaksudkan agar perilaku buaya tidak membuat resah.

Selain itu, ada pantangan yang diyakini masyarakat sekitar tidak boleh dilakukan selama ada di lokasi buaya.

"Karena buaya ini agik dijaga dukun, makanya aman. Ada banyak hal berbau mistis. Orang disini kan masih berbaur dengan hal-hal begitu."

"Jadi agik percaya akan hal macam itu. Pantangannya jangan buang telur, pisang dan jangan dipukul atau lempar pakai batu."

"Termasuk hindari memberi makan kerupuk pakai tali, takut buayanya marah. Itu imbauan dari dukun kami," jelas Imam. 

(Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli/ Bangkapos.com/Edy Yusmanto)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved