Breaking News:

Disapu Gelombang, Anak-Anak Pemukiman Nelayan Desa Kuala Selat Inhil Kehilangan Tempat Mengaji

Gelombang pasang besar yang terjadi di hari pertama 2021 telah merusak rumah yang difungsikan sebagai tempat mereka mengikuti program maghrib mengaji.

Ist
Gelombang pasang besar yang menghantam pemukiman nelayan di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, Jum’at, (1/1/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KATEMAN – Hancurnya puluhan rumah akibat gelombang pasang besar di Desa Kuala Selat juga meninggalkan pilu bagi anak – anak yang tinggal di sekitar pemukiman nelayan.

Gelombang pasang besar yang terjadi di hari pertama 2020 ini telah merusak rumah yang difungsikan sebagai tempat mereka mengikuti program maghrib mengaji.

Menurut pihak Desa Kuala Selat, sebanyak 80 orang anak aktif mengikuti pengajian yang dibimbing oleh 2 orang ustadz tersebut.

“Kita prihatinkan itu, satu diantara rumah itu tempat program maghrib mengaji, terus 2 rumah ustadnya juga kena,” ujar Kepala Desa (Kades) Kuala Selat, Imam Taufik, S.Ag kepada Tribun, Minggu (3/12/2021).

Gelombang pasang besar yang menghantam pemukiman nelayan di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, Jum’at, (1/1/2021).
Gelombang pasang besar yang menghantam pemukiman nelayan di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, Jum’at, (1/1/2021). (Ist)

Menurut Imam, kondisi ini membuat kegiatan program maghrib mengaji terpaksa dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kita liburkan karena jalan pelantar akses kesana itu hilang. Namanya musibah, kita istirahatkan dulu di liburkan. Setelah kita punya fasilitas baru, tentu nanti kita aktifkan kembali,” imbuh Imam sapaan akrabnya.

Sementara itu untuk kondisi terkini pasca gelombang pasar besar di Desa Kuala Selat aman terkendali, pihak desa bersama masyarakat dan unsur forkopimcam Kateman mengevakuasi warga beserta barang - barangnya untuk mengungsi sementara ke tempat - tempat keluarga atau kerabat yang jauh dari pantai.

“Kita bantu pindahkah barangnya untuk menyelamatkan mana yang bisa diselamatkan. Hari kedua itu benar - benar antisipasi, jadi warga sudah mengeluarkan barang - barangnya yang ada di dalam rumah. Hari ini kita memanfaatkan kantor desa sebagai posko. Kantor desa terendam juga tapi nggak parah, tadi sudah kita bersihkan,” jelas Imam.

Imam menambahkan, lantai rumah warga banyak yang sudah terbongkar sehingga tidak bisa dipakai, meskipun beberapa rumah kondisinya terlihat normal dari depan.

“Ombak kan dari bawah, jadi lantainya hancur, ada juga rumah yang langsung hilang dibawa ombak yang cukup dahsyat pada hari itu,” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved