Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Tender Pengangkutan Sampah Belum Selesai, DPRD Pekanbaru Sebut DLHK Bisa Lakukan PL

Hingga kini penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, masih meresahkan warga.

Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Dua titik tumpukan sampah di Jalan HR Subrantas Panam dan Jalan Garuda Panam Pekanbaru, yang belum diangkut hingga pukul 10.30 WIB, Senin (4/1 /2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga kini penumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Pekanbaru, masih meresahkan warga. Bahkan di daerah pemukiman warga, sampah sudah hampir sepekan tidak diangkut.

Kondisi ini tentunya dikeluhkan masyarakat. Harusnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, sudah mengantisipasi hal ini. Sebab, terhitung sejak 31 Desember 2020 lalu, kontrak jasa pengangkutan sampah oleh dua perusahaan yakni, PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah, sudah berakhir.

"Sebenarnya masalah ini tidak perlu terjadi. Karena saat hearing APBD 2021  dengan DLHK, kita sudah sampaikan. DLHK harus melakukan terobosan, karena kontrak multiyears PT Godang Tua dan PT Samhana selesai akhir tahun 2020," tegas Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Senin (4/1/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Dua titik tumpukan sampah di Jalan HR Subrantas Panam dan Jalan Garuda Panam Pekanbaru, yang belum diangkut hingga pukul 10.30 WIB, Senin (4/1 /2021).
Dua titik tumpukan sampah di Jalan HR Subrantas Panam dan Jalan Garuda Panam Pekanbaru, yang belum diangkut hingga pukul 10.30 WIB, Senin (4/1 /2021). (Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi)

Terobosan yang dimaksud Sigit, yakni DLHK bisa menunjuk langsung (PL),  perusahaan yang bisa mengangkut sampah untuk satu dua bulan ke depan (Januari - Februari). 

Hal ini seiring belum didapatkannya pemenang tender pengangkutan sampah Kota Pekanbaru, untuk tahun 2021 ini. Hal ini dibenarkan oleh aturan, bahkan anggarannya sudah ada di APBD Pekanbaru 2021 (anggaran pengangkutan sampah reguler 2021 Rp 60 miliar).

Apakah PL pengangkutan sampah ini perusahaan sebelumnya, atau perusahaan yang lain. Hal ini perlu segera dilaksanakan, untuk mengantisipasi situasi sampah menumpuk seperti sekarang, jangan sampai terjadi.

"Ini yang harus dikejar oleh DLHK. Lakukan PL segera, jangan sampai ada masalah baru. Kalau hanya mengandalkan petugas DLHK, tidak akan tercover semuanya," sebut Sigit.

Diakui Politisi senior Partai Demokrat ini, secara prinsip, memang tidak sepenuhnya kejadian tumpukan sampah karena ratusan THL yang tidak diperpanjang kontraknya oleh DLHK. Namun lebih kepada kebijakan DLHK setelah habisnya masa kontrak pengelolaan sampah oleh pihak ketiga.

"Sampah yang menumpuk sekarang, karena kontrak dua perusahaan sebelumnya, sudah selesai. Selama ini perusahaan tersebut yang mengangkutnya," terangnya lagi.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi IV lainnya Nurul Ikhsan. Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, Komisi IV akan mengagendakan memanggil DLHK ke DPRD, untuk dilakukan hearing.

"Kalau persoalan tak bisa diatasi, maka pasti kita hearing DLHK. Karena di Masa-mana sampah sudah menumpuk dan menganggu kenyamanan masyarakat," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved