Breaking News:

UPDATE Kasus Sekda Riau yang Terjerat Korupsi, Jaksa Jadwalkan Ulang Pemeriksaan, Kapan Jadwal Baru?

Penyebab batalnya Sekda Riau diperiksa, dikarenakan ada miskomunikasi berkaitan pemberitahuan jadwal pemeriksaan oleh pihak Rutan Klas I Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
tribunpekanbaru/syaiful misgio
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sempat tertunda, Tim Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya.

Penjadwalan ulang terhadap orang nomor tiga di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi itu, dilakukan tim penyidik lantaran ia batal diperiksa pada Senin (28/12/2020) lalu.

Adapun penyebab batalnya Sekda Riau diperiksa, dikarenakan ada miskomunikasi berkaitan pemberitahuan jadwal pemeriksaan oleh pihak Rutan Klas I Pekanbaru, tempat Yan Prana ditahan, kepada tersangka.

Alhasil, tim penyidik pun menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tersebut.

Baca juga: Polisi jadi Korban Penganiayaan, Kakinya Terluka Ditikam Badik, Ini Pangkal Masalahnya

Baca juga: Dugaan Langgar Protokol Kesehatan, Pemilik dan Manajer Operasional Sky Club Ditetapkan Tersangka

Baca juga: 3 Pria Saling Cinta, Lakukan Pernikahan Haram Sesama Jenis, Ahli Gizi Nikahi 2 Penari Direstui Ortu

Asisten Pidsus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi mengungkapkan, pemeriksaan lanjutan terhadap Yan Prana sebagai tersangka, akan dilakukan penyidik pada pekan ini.

"Insya Allah Rabu," tuturnya, Senin (4/1/2021).

Dipaparkan Hilman, pemeriksaan akan dilakukan di Rutan Klas I Pekanbaru, tempat Yan Prana ditahan. Tim penyidik yang akan datang ke sana.

"Iya (di Rutan)," ungkapnya.

Dengan sudah adanya jadwal pemeriksaan ini, Yan Prana dinilai sudah siap untuk diperiksa, dengan didampingi Penasihat Hukumnya. Saat disinggung terkait hal itu, Hilman tak menampiknya.

"Kira-kira begitulah," ucap Hilman.

Untuk diketahui, Yan Prana ditetapkan tersangka dalam perkara dugaan rasuah anggaran rutin di Bappeda Kabupaten Siak, tahun 2014-2017.

Dugaan rasuah disinyalir terjadi saat Syamsuar, Gubernur Riau sekarang, masih menjabat sebagai Bupati.

Saat itu, Yan Prana menjabat sebagai Kepala Bappeda Siak. Ia juga bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA).

Akibat perbuatan yang dilakukan Yan Prana, negara terindikasi mengalami kerugian sekitar Rp1,8 miliar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved