Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Masalah Tumpukan Sampah Terkuak dalam Hearing Komisi IV DPRD Pekanbaru dengan DLHK

Komisi IV DPRD Pekanbaru akhirnya memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Selasa, digelar hearing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi IV DPRD Pekanbaru akhirnya memanggil Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Selasa (5/1/2021), digelar hearing (rapat dengar pendapat).

Hearing ini digelar seiring persoalan tumpukan sampah, yang terjadi di seluruh titik di Kota Pekanbaru. Rapat langsung dipimpin Ketua Komisi IV Sigit Yuwono ST bersama anggota Komisi IV lainnya. Sementara dari DLHK, langsung dihadiri Agus Pramono selaku Kadis DLHK bersama dua kepala bidangnya.

Suasana hearing sempat memanas, karena apa yang diharapkan Komisi IV, tidak bisa dijelaskan Kadis Agus Pramono. Terutama mengenai penanganan pengelolaan sampah saat ini, jelang selesainya masa tender di LPSE Pekanbaru.

"Jujur saja, hearing ini kurang memuaskan. Ternyata DLHK mengajukan lelang pada 10 Desember 2020 lalu, dan baru tayang di LPSE pada Senin 4 Januari kemarin. Pantesan seperti ini kejadiannya," kata Ketua Komisi IV Sigit Yuwono usai hearing.

Suasana hearing Komisi IV DPRD Pekanbaru dengan DLHK Pekanbaru membahas masalah penumpukan sampah, Selasa (5/1/2021) di ruang Komisi IV.
Suasana hearing Komisi IV DPRD Pekanbaru dengan DLHK Pekanbaru membahas masalah penumpukan sampah, Selasa (5/1/2021) di ruang Komisi IV. (Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi)

Yang lebih mengherankan lagi, dalam menyikapi situasi sampah menumpuk di mana-mana saat ini, ternyata dari jumlah total anggaran sampah di APBD 2021 Rp 45 miliar, DLHK hanya memotong anggaran swakelola Rp 500 juta, untuk semua wilayah Kota Pekanbaru.

Seharusnya, DLHK dalam mengisi kekosongan pengangkutan satu bulan ini, untuk semua kecamatan. "Harusnya dari Rp 45 miliar ini dibagi 12 bulan untuk penanganan sampah Rp 3,5 miliar. Jadi untuk satu bulan ini anggarannya Rp 3,5 miliar. Sisanya 11 bulan, untuk pemenang tender yang diproses sekarang," terangnya.

"Ini kami sayangkan, Coba pelajari lagi. Tak mungkin swakelola, tak maksimal. Makanya dari sekarang, kami minta cari lah orang yang ngerti. Ngak mungkin swakelola terus. Kadis DLHK nya juga nggak ngerti. Ini APBD, jika pun nanti ada anggaran sisa, dipulangkan ke kas daerah, bukan ke DLHK. Jangan pula disalahkan penganggaran terlalu lama, tanya langsung ke TAPD," terang Politisi senior Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut Sigit juga menyayangkan sikap kaku Kadis Agus Pramono dalam menyikapi kondisi sekarang. "Kalau lah hanya Rp 500 juta sebulan untuk anggaran sampah, berarti setahun hanya butuh Rp 6 miliar. Tapi kenapa diajukan Rp 45 miliar. Makanya kami tegaskan lagi, tolong DLHK ini ditempatkan orang yang mengerti kerja. Karena ini bersentuhan dengan masyarakat banyak," tegasnya lagi.

Untuk beberapa hari ke depan, Komisi IV berharap persoalan tumpukan sampah saat ini pengangkutannya dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan dinas PUPR, Dinas Pasar dan lainnya.

Kerahkan 43 Kendaraan

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved