Breaking News:

Tembilahan Tutup 2020 dengan Inflasi 0,34 Persen, Kelompok Pengeluaran Jadi Penyumbang Terbanyak

Dengan tingkat inflasi tahun kalender Desember 2020 terhadap tingkat inflasi terhadap Desember 2019 sebesar 3,30 persen

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
net
Logo Badan Pusat Statistik (BPS) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) 2020 di Kota Tembilahan ditutup dengan inflasi 0,34 persen dengan IHK sejumlah 106,26.

Dengan tingkat inflasi tahun kalender Desember 2020 terhadap tingkat inflasi terhadap Desember 2019 sebesar 3,30 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil Hartono menuturkan, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Tembilahan antara lain,cabai merah, ikan serai.

Kemudian, beras, telur ayam ras, cabai rawit, ketimun, tomat, kol putih (kubis), jengkol, wortel, besi beton, sawi hijau, kembang kol, buncis, bahan bakar rumah tangga dan komoditas lainnya.

Baca juga: KASUS Kematian Covid-19 Bertambah di Kuansing Riau, Satgas Minta Perketat Prokes

Baca juga: Mantapnya Lobi AKBP Doddy, Bupati Alfedri Bangunkan Gedung Serbaguna Mewah untuk Polres Siak

Baca juga: 2.604 Orang SDM Kesehatan Bengkalis Terdata Ikuti Vaksinasi Tahap Awal, Input Masih Berlangsung

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya sebagian indeks kelompok pengeluaran,” ungkap Hartono melalui keterangan tertulis kepada awak media, Selasa (5/1/2021).

Hartono menambahkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang sebesar 1,28 persen, kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang sebesar 0,03 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,02 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi antara lain, yaitu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen.

Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,93 persen.

“Sementara kelompok lainnya relatif stabil. Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami Inflasi,” jelasnya.

Sementara itu untuk di Indonesia, 87 kota dari 90 kota IHK mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi di Kota Gunung Sitoli sebesar 1,87 persen.

Dan inflasi terendah di Kota Tanjung Selor sebesar 0,05 persen.

“Untuk sumatera inflasi terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,14 persen. Deflasi tertinggi di Kota Luwuk sebesar 0,26 persen dan deflasi terendah di Kota Ambon sebesar 0,07 persen,” tutupnya.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved