Breaking News:

Paman Setubuhi Keponakan hingga Hamil,Istri Pelaku Curiga Perut Korban Membesar

Paman masuk melalui jendela kamar keponakan yang tengah tertidur, tersangka melihat kondisi ini langsung menyetubuhi korban

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Tersangka K yang tega mencabuli keponakan sendiri saat diamankan tim opsnal Polsek Pinggir. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Seorang paman tega melakukan persetubuhan dengan keponakan sendiri hingga korban hamil lima bulan.

Kepolisian Sektor (Polsek) Pinggir membekuk akhirnya berhasil membekuk tersangka, pria berinsial K Kecamatan Pinggir, Kamis (7/1/2021) siang.

Pria ini diamankan petugas karena diduga nekat melakukan rudapaksa terhadap keponakannya yang masih di bawah umur.

Akibat perbuatannya korban saat ini tengah hamil lima bulan. Hal ini diungkap Kapolsek Pinggir Kompol Firman Sianipar melalui Kasi Humasnya Bripka Junanda M Marpaung, Minggu (10/1/2021).

Perbuatan bejat tersebut dilakukan tersangka pada medio Juli 2020 lalu di rumah korban di Kecamatan Pinggir.

Kejadian terjadi pagi hari, tersangka berinisial K masuk ke dalam kamar korban dengan merusak jendela kamar.

"Saat masuk melalui jendela korban tengah tertidur, tersangka melihat kondisi ini langsung menyetubuhi korban,” terang Bripka Junanda M Marpaung.

“ Tersangka sempat mengancam korban agar tidak teriak saat disetubuhi," imbuhnya.

Setelah kejadian tersebut korban langsung berlari menuju ladang tempat orangtuanya bekerja.

Sambil menangis korban menceritakan hal buruk yang dialaminya di rumah kepada orangtuanya.

Orangtua korban kemudian pulang ke rumah dan melihat langsung kondisi jendela kamar anaknya sudah dalam keadaan rusak dan terbuka.

Orangtua korban memberitahukan apa yang anaknya alami kepada seluruh keluarga besarnya.

"Setelah runding keluarga dilakukan perjanjian terhadap perbuatan K ini. Masalah ini kemudian secara kekeluargaan dengan catatan K tidak mengganggu korban lagi," tambahnya.

Namun pada akhir tahun kemarin tepatnya tanggal 30 Desember lalu, korban menghadiri acara keluarga yang berada di rumah pamannya tersebut.

Saat itu korban bertemu lagi dengan pamannya kembali mencuri kesempatan dan mencium pipi korban.

Istri tersangka saat itu curiga melihat perut korban dalam keadaan membesar, dan membawanya korban ke bidan desa, dari keterangan bidan inilah istri tersangka mengetahui korban dalam keadaan hamil lima bulan.

Korban kemudian pulang ke rumahnya dan menyampaikan apa yang dialaminya kepada orangtuanya.

Setelah berpikir panjang orangtua korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Pinggir, Kamis (7/1/2021) kemarin.

"Saat melaporkan kejadian tersebut, orangtua korban membawa sejumlah barang bukti berupa sehelai baju lengan panjang warna pink,” jelasnya.

“ Kemudian, celana panjang warna hitam, celana dalam warna kram dan bra warna coklat yang digunakan korban saat disetubuhi tersangka," ungkap Juanda.

Berdasarkan laporan ini, dilakukan visum et revertum dari RSUD Duri, kemudian tim opsnal Polsek Pinggir langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah mengumpulkan bukti petugas kemudian mencari keberadaan pelaku.

"Tersangka berhasil diamankan di hari itu juga di rumahnya, saat diinterogasi petugas tersangka K mengakui perbuatannya seperti laporan yang di terima dari orangtua korban," tambah Juanda.

Selanjutnya team opsnal membawa tersangka ke Mapolsek Pinggir guna proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka K disangkakan melanggar pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Junto pasal 76D Undang Undang RI nomor 17 tahun 2016.

Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved