Breaking News:

HEBOH! 8 Pebulutangkis Indonesia Terlibat Pengaturan Skor, Disanksi BWF

Dari delapan pemain itu, Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto, mendapat hukuman paling berat, yakni skorsing seumur hidup.

Net
Ilustrasi 

Berbeda dari Agri, Mia dihukum skorsing selama 10 tahun dan denda sebesar 10 ribu dolar AS (sekitar 141,5 juta rupiah).

Hukuman tersebut harus diterima Mia karena dianggap menyetujui dan menerima uang sebesar Rp10 juta dari hasil perjudian, tidak melaporkan perjudian kepada BWF, serta tidak hadir dalam wawancara atau undangan investigasi oleh BWF.

Kasus yang menimpa Mia kali ini juga berhubungan dengan Hendra Tandjaya.

Menurut Mia, uang Rp10 juta yang dia terima dari Hendra adalah hasil kesepakatan untuk uang saku mengikuti kejuaraan.

Mia mengaku juga tidak mengetahui bahwa uang tersebut ternyata hasil perjudian yang dilakukan Hendra.

"Terkait hukuman itu, saya mengajukan banding agar Pengadilan CAS membatalkan keputusan BWF," ujar Mia.

"Lalu dalam hal tuduhan saya menyetujui retired di New Zealand Open 2017 pada partai ganda putri, juga sama sekali tidak benar. Bahkan saya berdebat dengan Hendra di tengah lapangan," kata Mia.

"Saya tidak mau retired tapi Hendra sebagai ofisial meminta ke wasit agar pertandingan dihentikan dengan menyebut saya cedera. Padahal saya tidak cedera," tutur Mia menambahkan.

"Selain itu, BWF tidak pernah melakukan investigasi langsung kepada saya, sehingga saya tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya," kata Mia lagi.

"Dengan demikian putusan BWF dilakukan secara sepihak tanpa mendengar penjelasan dan pembelaan dari saya sebagai korban," ujar Mia.

Halaman
123
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved