Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pertanyakan Naker Lokal, Komisi III DPRD Pekanbaru Hearing dengan RS Syafira

Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar hearing dengan manajemen RS Syafira, Senin.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar hearing dengan manajemen RS Syafira, Senin (11/1 /2021).

Hearing yang dilaksanakan di ruang Komisi III tersebut, fokus mempertanyakan sejauhmana peran rumah sakit, dalam menerima tenaga kerja (Naker) lokal, sesuai amanat Perda Kota Pekanbaru No  13 tahun 2018, tentang Penempatan Naker Lokal.

Dalam hearing yang dipimpin Ketua Komisi III Yasser Hamidy, di dampingi anggota Komisi III lainnya yakni H Ervan, Tarmizi Muhammad, Zulkarnain, Pangkat Purba, serta Kartini, berjalan sesuai harapan.

Suasana hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan manajemen RS Syafira, terkait penyerapan Perda Naker Kota Pekanbaru, Senin (11/1/2021) di ruang Komisi III.
Suasana hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan manajemen RS Syafira, terkait penyerapan Perda Naker Kota Pekanbaru, Senin (11/1/2021) di ruang Komisi III. (Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi)

Sementara dari pihak RS Syafira, diwakili Humasnya Feriza Bosman dan dua stafnya.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Zulkarnain mengatakan, bahwa pihak RS Syafira selama ini dalam perekrutan tenaga nonspesialis, memakai pihak ketiga.

Seperti halnya cleaning servis, security dan sejenisnya.

Kondisi ini tentunya menjadi perhatian khusus. Sebab, tanggung jawab perekrutan tersebut, bukan lagi wewenang rumah sakit.

"Kalau laporan dari RS Syafira, perekrutan Naker Lokal tersebut (di luar tenaga spesialis) sudah 95 persen," sebutnya.

Dengan kondisi tersebut, DPRD menekankan kepada pihak ketiga yang sudah dipercaya manajemen rumah sakit, agar betul-betul menyerap Naker Lokal, sesuai amanat Perda No 13 Tahun 2018.

Bukan sebaliknya menerima Naker di luar Riau, terutama Naker Kota Pekanbaru.

"Tapi kondisi rilnya sekarang, masih banyak masyarakat sekitaran rumah sakit swasta, yang menganggur,  apalagi di masa pandemi sekarang. Ini kan terbalik dengan pemaparan pihak rumah sakit," katanya lagi.

Agar persepsi ini tidak berkembang ke mana-mana, maka Komisi III DPRD Pekanbaru mengharapkan kepada manajemen rumah sakit swasta lainnya bisa memperioritaskan tenaga kerja lokal.

"Untuk mengsingkronkan persoalan ini, kita juga akan memanggil Disnaker Pekanbaru, untuk hearing. Terutama untuk mengetahui sejauhmana persentase tenaga kerja lokal yang ada di rumah sakit swasta,” janji politisi senior PPP ini.

Humas RS Syafira Feriza Bosman usai hearing menjelaskan, bahwa sejauh ini pihaknya tetap patuh dan mengikuti Perda yang ada di Kota Pekanbaru.

"Khusus Naker di luar spesialis ini, memang sudah terekrut 95 persen," akunya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved