Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Divonis 3 Tahun oleh MA, Kejari Pelalawan Eksekusi Bekas Bendahara Desa Terpidana Korupsi

Wanita itu terjerat perkara Tipikor penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 dan 2018

Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Mengawali tahun 2021 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kembali mengeksekusi seorang terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Senin (11/01/2021).

Terpidana korupsi yang dieksekusi atas nama Nurweli Repelita yang merupakan mantan bendahara Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan.

Wanita itu terjerat perkara Tipikor penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 dan 2018.

Jaksa menebloskan Nurweli ke sel tahanan berdasarkan putusan kasasi yang diterbitkan Mahkamah Agung (MA) atas perkara Tipikor APBDes tersebut.

"Hari ini kita mengeksekusi terpidana atas nama Nurweli Repelita yang merupakan terpidana kasus korupsi APBDes Desa Sungai Solok.

Lantaran telah memiliki kekuatan hukum yang tetap," ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Andre Antonius SH, kepada tribunpekanbaru.com, Seni. (11/01/2021).

Andre Antonius menjelaskan, terpidana Nurweli menjadi tersangka dalam perkara Tipikor APBDes Sungai Solok bersama mantan Kepala Desa bernama Abdul Haris.

Dalam persidangan di pengadilan Tipikor Pekanbaru, Abdul Harris diputus bersalah dan divonis menjalani hukuman selama 5 tahun dengan denda Rp 200 juta subsidair 3 bukan kurungan.

Sedangkan Nurweli divonis bebas dan tidak terbukti bersalah dalam kasus rasuah itu pada 30 April 2020 lalu.

Lantaran Nurweli dibebaskan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved