Breaking News:

Beijing Murka, Obat Herbal Tradisional Tiongkok Diejek PM Inggris: Pengobatan yang Gila

Trenggiling, satwa yang terancam oleh para pemburu biasa dijual sisiknya di pasar obat tradisional China.

Capture Youtube
Vaksinasi perdana di Indonesia Rabu 13 Januari 2021, Presiden Jokowi yang pertama divaksin 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memicu kemarahan Beijing lantaran menyebut obat tradisional China sebagai penyebab Covid-19.

Melansir Express, Boris Johnson mengeklaim bahwa Beijing telah melakukkan serangan 'terselubung' melalui pengobatan tradisional China sehingga menyebabkan pandemi virus corona.

Menurut Johnson, penggunaan sisik trenggiling untuk obat tradisional yang diyakini mampu meningkatkan vitalitas pria adalah praktik dari pengobatan China yang "gila".

Pernyataannya itu diungkapkan pada pertemuan virtual beberapa pemimpin dunia yang membahas tentang perlindungan alam pada Selasa (12/1/2021) ketika Johnson membahas perdagangan ilegal satwa liar seperti trenggiling.

Trenggiling, satwa yang terancam oleh para pemburu biasa dijual sisiknya di pasar obat tradisional China.

PM Johnson berkata, "Pandemi virus corona adalah produk dari ketidakseimbangan dalam hubungan manusia dengan alam.

“Ini berasal dari kelelawar atau trenggiling, dari kepercayaan gila bahwa jika Anda mengonsumsi gilingan sisik trenggiling, Anda akan menjadi lebih kuat atau apa pun yang dipercaya orang.”

Komentar tersebut memicu kemarahan Beijing yang mengatakan bahwa komentar Johnson adalah "dugaan tidak berdasar".

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian mengatakan hanya studi yang "cermat dan teliti" yang akan menemukan asal mula wabah virus corona.

Lijian berkata, "Dugaan yang tidak berdasar atau berlebihan dari masalah ini hanya akan mengganggu kerjasama internasional yang normal dalam menelusuri asal-usul [virus].

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved