Breaking News:

Berita Riau

Masuk Kebun Warga di Pelalawan, 2 Gajah Liar Digiring Kembali ke Habitatnya dengan Petasan

Dua ekor Gajah Sumatera ini masuk kebun sawit warga di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, sejak Selasa (12/1/2021)

Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
ILUSTRASI Gajah Liar yang masuk ke Kebun Warga beberapa waktu lalu dan dihalau dengan Petasan oleh petugas BBKSDA Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Konflik antara satwa liar dilindungi dengan manusia di Provinsi Riau, kembali terjadi.

Kali ini 2 ekor Gajah Sumatera, memasuki kebun sawit warga di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Terkait permasalahan ini, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun turun tangan melakukan upaya mitigasi, sejak 8 Januari 2021.

"Kita hampir seminggu melakukan mitigasi konflik ini, memang terdapat beberapa kendala. Dimana medan cukup berat, berawa dan hanya sebagian kecil yang bisa dilalui," kata Kepala Bidang (Kabid) Wilayah I BBKSDA Riau, sekaligus Plt Kepala TNTN, Selasa (12/1/2021) malam.

Baca juga: VIDEO: Petugas Halau Gajah Kembali Ke Habitat Dengan Kembang Api di Pelalawan

Baca juga: 2 Ekor Gajah Nyasar Masuk Kebun Warga,Terpisah dari Kelompoknya, Ini yang Dilakukan BKSDA

Dua ekor gajah liar menyasar masuk ke perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Rabu (13/01/2021).
Dua ekor gajah liar menyasar masuk ke perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Rabu (13/01/2021). (istimewa)

Lanjut dia, 2 ekor Gajah Sumatera itu berjenis kelamin jantan.

Yang satu sudah beranjak dewasa, dan yang satu masih kecil.

Petugas sudah mencoba melakukan penggiringan supaya gajah keluar dari kebun warga.

Namun terjadi miskomunikasi dengan pemilik kebun tersebut, sehingga menyebabkan terkendalanya proses penggiringan gajah.

"Dimana saat kami melakukan penggiringan terhadap gajah tersebut kembali ke habitatnya, di arah depannya ada aktivitas dari pemilik kebun lain. Sehingga menyebabkan gajah tersebut berbalik arah dari jalur semestinya. Nyaris mendekati tim kita," urainya.

Baca juga: Gajah Liar Rusak Ratusan Pohon Sawit Warga di Pelalawan, BKSDA Riau Turunkan Gajah Latih ke Lokasi

Baca juga: LISA Dibuntingi Pejantan Liar, Gajah Betina di TNTN Pelalawan Melahirkan Tanpa Dibantu Petugas

Tak berhenti sampai di sana, disebutkan Andri, pihaknya mencoba untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa, bhabinkamtibmas, dan babisa.

Supaya secara teknis, pihaknya bisa melakukan penggiringan terhadap gajah liar itu dengan pola yang lebih baik dan tidak lagi terjadi miskomunikasi dengan pemilik kebun.

"Kita melakukan penggiringan lagi untuk bisa menggiring gajah keluar. Kita juga menemukan kendala cuaca hujan," terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Terlebih jika gajah akan mengarah ke pemukiman.

Upaya penggiringan gajah untuk kembali ke habitatnya ini, dilakukan dengan menggunakan petasan.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved