Breaking News:

Kampar

Terdakwa Kasus Korupsi di Sekolah Unggul Terpadu Kampar Kembalikan Uang Negara

Terdakwa S yang terlibat kasus rasuah dana makan minum di Sekolah Unggul Terpadu Serambi Mekkah mengembalikan uang Rp 297 Juta lebih ke Kejari Kampar

Istimewa
Terdakwa S yang terlibat kasus rasuah dana makan minum di Sekolah Unggul Terpadu Serambi Mekkah mengembalikan uang Rp 297 Juta lebih ke Kejari Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Terdagwa kasus korupsi penyimpangan pengelolaan dana makan minum di Sekolah Unggul Terpadu Serambi Mekkah Kampar tahun 2016 - 2017 berinisial S kembalikan kerugian keuangan negara melalui Kejaksaan Negeri Kampar untuk dititipkan sementara ke BRI Cabang Bangkinang.

Kerugian keuangan negara yang dikembalikan terdakwa sebesar Rp 297.466.283,-.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kampar, Amri Rahmanto, Rabu (13/1) mengatakan pengembalian kerugian negara ini dilakukan terdakwa atas inisiatif yang bersangkutan.

Pengembalian kerugian negera ini sudah sesuai dengan yang dibebankan kepada terdakwa.

Amri menegaskan uang yang sudah dikembalikan ini diitipkan langsung ke Bank BRI.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembangunan RSD Madani Pekanbaru, Jaksa Tunggu Perhitungan Dari Ahli Fisik

Baca juga: Lagi-Lagi Dugaan Korupsi di Siak, Jaksa Usut Kegiatan Belanja Langsung di Kecamatan Kandis

"Kita menunggu sampai ada kekuatan hukum tetap, barulah uang titipan itu kita eksekusi dan kita cairkan untuk di setorkan ke kas negara sebagaimana amanat yang tertuang dalam putusan pengadilan," jelasnya.

Ia menuturkan adanya pengembalian kerugian Negara tidak serta-merta perbuatan terdakwa gugur atau terhapus.

"Kasus yang menjerat terdakwa ini tetap berjalan dan terdakwa tetap dihukum. Dengan adanya pengembalian ini menjadi pertimbangan untuk menentukan penuntutan dan bagi hakim untuk menentukan putusan," jelasnya.

Ia menjelaskan dalam kasus ini, pasal yang disangkakan pada terdakwa ini, primernya pasal 2 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun, subsidernya pasal 3 dengan ancaman maksimal 20 tahun dan minimalnya tidak dibatasi.

Baca juga: VIDEO: Divonis 3 Tahun oleh MA, Kejari Pelalawan Eksekusi Bekas Bendahara Desa Terpidana Korupsi

Baca juga: VIDEO: Kejari Kuansing Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Hotel Kuansing

Untuk diketahui, terdawa S terjerat masalah hukum karena merubah sistem pegadaan makan minum, yang sebelumnya dilakukan pihak ketiga di saat menjabat terdakwa merubah menjadi Swakelola, yang mana pada kegiatan itu bukanlah sistim swakelola murni.

Perubahan yang dilakukan seolah-olah seperti swakelola, yang mana pada kegiatan itu terdapat selisih antara perbelanjaan ril dengan apa yang dicairkan.(Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubi)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved