Breaking News:

UPDATE, 2 Orang Ditahan Terkait Kasus Hilangnya Tangan Kiri Anak Anggota TNI Serda Lili

Sebelum ditahan, kedua karyawan, yakni inisal MMM dan ILM, ditetapkan polisi sebagai tersangka.

TribunMedan
Serda TNI Lily Muhammad Ginting tak kuasa menahan tangis di depan Mapolres Pematangsiantar, Senin (11/1/2021) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Polres Pematangsiantar menahan dua orang karyawan PT Agung Beton Persada Utama atas kasus kecelakaan kerja yang dialami Teguh Syahputra Ginting (20), anak Serda Lili Muhammad Yusuf Ginting, Anggota TNI yang bertugas di Rindam I/Bukit Barisan.

"Setelah menerima laporan tanggal 20 September 2020 lalu, kami langsung mengambil langkah memanggil baik saksi maupun pelapor," kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat gelar konferensi pers di Mapolres Jalan Sudirman Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021).

Sebelum ditahan, kedua karyawan, yakni inisal MMM dan ILM, ditetapkan polisi sebagai tersangka. Keduanya diamankan dari lokasi yang berbeda.

"Setelah memenuhi dua alat bukti, kami menahan 2 orang tersangkanya, yakni Martua Marolop Manik dan Indra Lesmana Manik." ujar Boy yang didampingi Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto dan Kanit I Jahtanras Iptu Wilson Panjaitan.

Foto: Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat konferensi Pers kasus Kecelakaan Kerja dengan memperhatikan dua orang tersangka di Mapolres Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021).
Foto: Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat konferensi Pers kasus Kecelakaan Kerja dengan memperhatikan dua orang tersangka di Mapolres Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021). (Dok: istimewa/KOMPAS.COM/Teguh Pribadi)

Laporan pengaduan Teguh Syahputra Ginting diterima polisi pada 20 September 2020.

Berkas perkara tersebut dikirim ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar pada 22 Desember 2020.

"Hanya saja di tanggal 5 Januari 2021 lalu pihak Kejaksaan menganggap kalau berkas kedua orang tersangka masih belum lengkap. Sehingga berkas perkara dikembalikan lagi kepada penyidik," jelas Boy.

Masih kata Boy, sesuai petunjuk pihak kejaksaan, kami meminta penyidik agar menghadirkan Direktur PT Agung Beton Persada Utama dan Saksi Ahli dari Dinas PUPR.

Sementara pihaknya sudah memanggil Direktur PT Agung Beton Persada Utama melalui kuasa hukumnya untuk dimintai keterangan. Hanya saja sampai saat ini, pihak perusahaan meminta waktu.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved