Jelang Belajar Tatap Muka, DPRD Riau Minta Sekolah Siapkan Sarana Protokol Kesehatan
Di tengah pandemi Covid-19 ini, menurut Ade Hartati, sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan penting untuk dipersiapkan
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rencana pembelajaran Tatap Muka Terbatas (TMT) yang akan dilakukan di Riau mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD Riau.
Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati, Jumat (15/1/2011) menegaskan, sebelum belajar tatap muka di sekolah diterapkan, maka dinas pendidikan provinsi dan kabupaten kota harus memastikan kesiapan sekolah.
Terutama adalah kesiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung untuk menerapkan protokol kesehatan di sekolah selama proses belajar mengajar tatap muka di sekolah berlangsung.
"Saya mengingatkan kepada jajaran Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten kota, ketika semua sudah menyepakati akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Ade.
“Maka harus diperhatikan adalah kesiapan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan di sekolah" kata Ade.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, menurutnya sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan penting untuk dipersiapkan.
Di antaranya adalah menyiapkan masker bagi anak-anak didik dimasing-masing sekolah.
Kemudian tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta mengatur jarak tempat duduk di dalam kelas.
Ia menerangkan, sarana minimal yang dimaksud tersebut tidak hanya berkaitan dengan bidang pendidikan, tapi juga berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dibawah naungan dinas kesehatan.
Ia juga meminta pemerintah memperhatikan ketersediaan fasilitas pelayanan pengobatan dan sarana tempat tidur pasien yang memadai di tingkat kabupaten/kota di Riau.
"Mengingat ketika dunia pendidikan sudah dibuka, maka kita melibatkan anak-anak kita untuk berinteraksi setiap hari. Maka sarana bidang kesehatan juga harus diperhatikan," katanya.
Jika sistem pembelajaran tatap muka di sekolah sudah dijalankan, pihaknya meminta agar UPT cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota disinergikan dan terkoordinasi dengan baik.
Sehingga pelaksanaan rencana pembelajaran tatap muka dapat terus dipantau dan diawasi.
Ade mengatakan, dunia pendidikan sudah hampir satu tahun tidak melakukan proses pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kondisi ini diakuinya ikut mempengaruhi performa pendidikan.
"Ini harus menjadi perhatian bersama bagaimana mengangkat kembali performa pendidikan yang sudah lama dalam kondisi learning loss," katanya.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/anggota-komisi-v-dprd-riau-ade-hartati_20180802_154329.jpg)