Breaking News:

Pilkada di Riau 2020

KPU Riau Bersama Pengacara Satukan Suara Sebelum Bersidang di MK

Saat ini seluruh KPU Kabupaten di Riau yang berperkara di MK sudah memiliki pengacara untuk pendamping mereka bersidang nantinya

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
KPU Riau akan menggelar pertemuan bersama lima KPU kabupaten yang digugat dan pengacara masing-masing jelang sidang di Mahkamah Konstitusi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebelum bersidang di Mahkamah Konstitusi (MK), KPU Riau akan menggelar pertemuan bersama lima KPU kabupaten yang digugat dan pengacara masing-masing.

Demikian dikatakan Komisioner KPU Riau Divisi Hukum dan Pengawasan Firdaus, kepada tribunpekanbaru.com Jumat (15/1/2021).

Menurut Firdaus, saat ini seluruh KPU Kabupaten di Riau yang berperkara di MK sudah memiliki pengacara untuk pendamping mereka bersidang nantinya.

"Rencana 19 Januari ini, kita akan mengadakan rapat akhir di KPU Riau, bersama 5 Kabupaten dan kuasa hukum masing-masing kabupaten. Pengacaranya kita minta juga hadir,"ujar Firdaus.

Dari hasil penelitian sementara berkas gugatan, KPU memprediksi hanya dua gugatan dari lima gugatan yang akan diterima dan berproses sidang di MK.

Komisioner KPU Riau Divisi Hukum dan Pengawasan Firdaus mengatakan, hal tersebut bisa dilihat dari hasil diskusi di internal KPU terkait materi gugatan.

"Kalau kami memprediksi hanya dua gugatan yang akan berlanjut di sidang MK, sedangkan tiga lagi itu kami prediksi tidak lanjut,"ujar Firdaus.

Menurut Firdaus mereka menyimpulkan itu karena dilihat dari beberapa pertimbangan, misalnya jarak suara antara yang digugat dengan yang menggugat, selanjutnya materi gugatan.

"Jarak suara dan materi gugatan itu menjadi pertimbangan utama untuk lanjut sidang di MK, dari lima gugatan itu hanya dua yang diperkirakan lanjut,"ujarnya.

Saat ditanya dari lima daerah tersebut dua yang diprediksi lanjut ke sidang MK, Firdaus tidak mau menyebutkan nama daerahnya, menurutnya cukup menunggu pengumuman dari MK nantinya.

Sedangkan untuk KPU sendiri sebagai pihak yang akan digugat juga menurut Firdaus akan siap memberikan penjelasan dan optimis bisa menjawab secara jelas pada saat persidangan.

"Kami sebagai penyelenggara tentunya ingin apa yang sudah kami laksanakan tidak ada persoalan dan tidak ada lagi Pemilihan Suara Ulang dan lainnya,"ujar Firdaus.

Saat ini seluruh KPU Kabupaten yang mendapat gugatan di MK terus mempersiapkan diri menghadapi persidangan di Mahkamah Konstitusi tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved