Breaking News:

TELAN Kerugian hingga Miliaran Selama Pandemi,Nestapa Petani Sagu di Kabupaten Termuda di Riau

Jika dikalikan dengan 18 kilang sagu yang ada saat ini, sudah ada Rp 1,8 miliar kerugian yang dialami

TRIBUNPEKANBARU/teddy
Kilang Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Kerugian para petani dan pemilik kilang sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti hingga miliaran rupaih selama pandemi Covid-19.

Bahkan, untuk menjual sagu hasil olahan, para petani di kabupaten termuda di Riau ini harus banting harga agar bisa terjual.

Belasan kilang sagu di Desa Sungai Tohor dan desa sekitarnya di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau sempat harus menumpuk sebanyak 1.000 ton tepung sagu.

Tepung itu merupakan hasil produksi dari 18 kilang milik masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti sekitar bulan April 2020.

Belasan karung berisi sagu basah yang menumpuk di setiap kilang itu seolah menunggu kepastian kapan akan diekspor ke Malaysia.

Karena biasanya negeri Jiran tersebut yang rutin membeli sagu dari Kepulauan Meranti.

Sagu basah yang telah disimpang juga tidak bisa dibiarkan lama disimpan, karena akan menurunkan kualitas dari sagu.

Ekspor terhambat karena Malaysia menerapkan lockdown di negaranya, sehingga hingga saat ini tidak ada lagi ekspor sagu yang bisa dilakukan ke sana.

"Akibat corona dan penerapan lockdown di Malaysia, sagu basah di sini sempat menumpuk dan tidak tahu lagi kemana mau dijual, inilah yang kami hadapi imbas dari Corona ini," kata Abdul Manan, seorang pemilik kilang pengolahan sagu basah di Desa Sungai Tohor.

Tidak lagi soal keuntungan, tapi tiap harinya menghitung kerugian karena produksi sagu basah mereka sudah lama tidak diterima Negeri Jiran itu.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved