Breaking News:

KRONOLOGI Penyelundupan 20 Kg Sabu yang Digagalkan Lanal Dumai dan Ditres Narkoba Polda Riau

Danlanal Dumai (P) Himawan membenarkan pihaknya bersama Dit Reserse Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 20 Kg sabu-sabu

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Tersangka AS (37) asal Pangkalan Nyeri Pulau Rupat berasam sabu-sabu asal Malaysia yang diselundupkan lewat Kota Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Penyelundupan 20 kilogram narkotika jenis sabu-sabu berhasil digagalkan Tim F1QR Lanal Dumai berkerjasama dengan Dit Reserse Narkoba Polda Riau.

Lokasi tepat di terminal penyebrangan (Ro-Ro) Sri Junjungan Dumai, Senin (18/1/2021) Pukul 10.04 WIB.

Narkoba jenis sabu-sabu 20 Kg itu berasal dari Malaysia.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan membenarkan pihaknya bersama Dit Reserse Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 20 Kg sabu-sabu.

Berat barang haram itu 20 Kg dikemas dalam teh merk China sebanyak 20 bungkus.

Sabu-sabu tersebut dibawa dari Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, lalu dibawa masuk ke Kota Dumai melalui terminal penyeberangan Sri Junjungan.

"Sabu-sabu dibawa menggunakan 1 unit mobil Avanza warna putih Nopol BM 1244 EN,”kata Himawan, Rabu (20/1/2021).

“Pengendara berinisial AS (37) asal Pangkalan Nyeri Pulau Rupat, AS langsung diamankan oleh tim gabungan,"imbuhnya.

Kolonel Himawan mengungkapkan kronologinya.

Penangkapan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 20 bungkus tersebut, berawal dari informasi yang diterima oleh Tim F1QR Lanal Dumai pada Jumat (8/1/2021).

Disebutkan akan ada penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia masuk melalui perairan Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan menggunakan speed boat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tambahnya, Tim F1QR melaksanakan briefing di RKU Sintel Lanal Dumai yang dipimpin oleh Pasintel Lanal Dumai, untuk melaksanakan pengejaran dan penyergapan.

"Pukul 19.30 WIB Tim F1QR bergerak menuju Pulau Rupat dan menempati titik yang sudah ditentukan," imbuhnya.

Diakuinya, karena cuaca buruk dan gelombang besar, Tim memutuskan kembali ke Posmat TNI AL Sungai Dumai sambil memantau perkembangan informasi dari agen.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved