Takut Berlebihan Akibat Termakan Hoaks, Penyebab Nakes Tolak Divaksin Covid-19
Wildan menyebabkan masih ditemukannya sejumlah masyarakat dan tenaga kesehatan yang enggan dan menolak untuk divaksin
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak masyarakat bahkan kalangan tenaga kesehatan yang termakan berita bohong atau hoaks soal vaksin Covid-19.
Demikian dikatakan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan.
Kondisi inilah yang dinilai Wildan menyebabkan masih ditemukannya sejumlah masyarakat dan tenaga kesehatan yang enggan dan menolak untuk divaksin.
"Ini karena termakan hoaks saja, jadi ketakutan semua," kata Wildan, Kamis (21/1/2021).
Padahal, kata Wildan, sebelum dan sudah pelaksanaan vaksinasi petugas medis terus melakukan pemantuan dan pengecekan.
Semua ini dilakukan untuk memberikan rasan aman dan nyaman kepada seseorang yang divaksin.
"Pada waktu pelaksanaan kan discreening dulu, diperiksa dulu kesehatanya, kalau memang tidak sehat kan ditunda, kemudian setelah 30 menit divaksin kan disuruh menunggu, selama 14 hari,” ujarnya.
“Setelah divaksin juga dipantau, dan diminta menghubungi Puskemas jika memang ada permasalahan," katanya.
Wildan mengimbau agar masyarakat tidak perlu resah, sebab jika ada gejala atau efek samping yang ditimbulkan akibat vaksinasi, biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah.
"Semua dampak dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) itu ditanggung oleh pemerintah, itu sudah ditegaskan oleh menteri kesehatan," ujarnya.
Wildan menyebut, rugi jika ada tenaga kesehatan yang menolak untuk divaksin.
Sebab risiko tertular virus bagi tenega kesehatan lebih besar. Karena setiap hari berhadapan dengan banyak pasien.
Jika tenaga kesehatan tidak sehat, bisa saja tertular oleh virus dan menularkan virus itu ke pasien yang lain.
"Kemudian pulang membawa virus, lalu menularkan ke anaknya, suaminya, istrinya, jadi bodoh sekali kalau ada tenaga kesehatan yang tidak mau divaksin, Itukan karena rasa takut yang berlebihan akibat termakan hoaks," kata Wildan.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto-vaksin-covid-19-untuk-nakes-di-riau-3.jpg)