Breaking News:

Simpanan Bapak 'Diembat' Anak, Mataram Pun Banjir Darah Gara-gara Wanita

Ketika sang kakek ini mengetahui sebab-sebab sakitnya sang cucu, ia segera mengambil tindakan tegas namun gegabah.

Wikipedia
Sunan Amangkurat I 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jangan anggap sepele masalah asmara. Sebab, masalah asmara bisa menimbulkan 'banjir darah'.

Perang karena wanita sudah sering terjadi di masa silam.

Peperangan Troy dan Sparta misalnya. Gara-gara memeperebutkan Helen dari Troy, Sparta dan Troy berperag habis-habisan.

Kisah yang nyaris sama juga terjadi di tanah Jawa. Namun, perebutan wanita terjadi antara ayah dan anak.

Tragedi banjir darah tersebut terjadi pada Kerajaan Mataram.

Kala itu Sang Raja dan Putra Mahkota mencintai seorang wanita yang sama.

Putra Mahkota menikahi seorang wanita yang selama ini 'disimpan' oleh sang Raja untuk kelak dia nikahi saat sang wanita sudah dewasa.

Tak ayal Raja Mataram pun murka. Semua pihak yang membantu dihabisi, bahkan sang gadis pujaan pun binasa.

Kisah berikut ini terjadi pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat I (1645- 1677) sebagai mana dapat kita baca dalam Kitab Babad Tanah Jawi.

Disebutkan bahwa, setelah Surabaya dapat ditundukkan oleh Sultan Agung maka Adipati Surabaya, Pangeran Pekik, tidak dihukum karena Sultan sadar bahwa Surabaya memiliki potensi terbesar sebagai penunjang kekuatan Mataram.

Halaman
123
Editor: Guruh Budi Wibowo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved